Ditemukan tewas, pegawai Dinas Pariwisata Sultra

id Pegawai Pariwisata,kasus pembunuhan,polsi,kota kendari

Ditemukan tewas, pegawai Dinas Pariwisata Sultra

Jasad Abu Saila alias Aditia ditemukan di Jalan Syech Yusuf, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Minggu pagi (21/7/2019). Aditia diduga menjadi korban pembunuhan. (Foto ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Salah seorang pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Abu Saila alias Aditia ditemukan tewas, diduga menjadi korban pembunuhan yang mayatnya ditemukan di Jalan Syech Yusuf, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Minggu pagi (21/7).

Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di selokan tidak jauh dari badan jalan, oleh warga sekitar lokasi yang hendak membuang sampah, namun karena takut, ia menceritakan penemuannya itu kepada warga lain, lalu melaporkan ke pihak berwajib.



Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaedi mengatakan, mayat yang ditemukan diduga akibat pembunuhan dengan adanya temuan bukti-bukti fisik di tubuh korban.

“Dilihat dari kondisi fisik korban, dugaan awal itu pembunuhan, karena ada luka tusukan robek diperut, didahi dan ditangan, tapi kami masih akan melakukan penyelidikan,” ujar Jemi Junaedi, Minggu (21/7/2019) di Kendari.

Jemi juga menerangkan, sebelum kejadian tersebut, istri korban sempat memberikan laporan kehilangan kepada Polsek Baruga dan diteruskan di Polres Kendari.

“Memang benar pada pukul 20:00 Wita kami menerima laporan kehilangan dari keluarga korban, istri korban melaporkan atas kasus kehilangan pada Polsek Baruga dan diteruskan ke Polres Kendari dan dilakukan pencarian tadi pagi untuk memonitor keberadaan korban,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan, korban keluar menggunakan mobil Avanza warna putih dengan nomor polisi DT 1380 IE, dan ditemukan di depan SMA Negeri 9 Kendari dan saat ini mobil tersebut sudah diamankan.

Saat ini pihak Polres Kendari sedang mendalami kasus tersebut untuk mengungkap pelaku pembunuhan.


 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar