Mencuatkan momentum kebersamaan peringati HUT Baubau

id Mencuatkan momentum kebersamaan peringati HUT Baubau,baubau

Wali Kota Baubau, AS Tamrin (tengah) berfoto bersama pada kegiatan karnaval budaya yang merupakan rangkaian HUT Kota Baubau tahun 2018. (Foto Antara/ Yusran)

Berbagai kegiatan menyambut perayaan Hari Jadi Ke-477 Baubau dan hari ulang tahun ke-17 sebagai daerah otonom pada pertengahan Oktober 2018 menjadikan kota itu semarak.

Pada 2001, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara ditetapkan sebagai daerah otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor 13/2001.

Wali Kota Baubau Dr AS Tamrin yang baru terpilih menjadi wali kota periode kedua untuk masa bakti 2018-2023 berpasangan dengan Wakil Wali Kota La Ode Ahmad Monianse, tatkala mengawali kegiatan menyambut HUT dan hari jadi, mencuatkan agenda kebersamaan dan pembaharuan kepada masyarakat luas.

Ia mengajak warganya untuk menjadikan HUT itu momentum pembaharuan sekaligus semangat bersama dalam berkarya dan berinovasi membangun daerah.

"Saya mengajak seluruh komponen pembangunan di daerah ini untuk memberikan masukan yang konstruktif dengan tidak saling curiga dan berprasangka buruk yang dapat menghambat pembangunan berkelanjutan sebagaimana masyarakat mengharapkannya," katanya saat memberikan sambutan sekaligus membuka "Baubau Expo 2018" di kawasan pinggir pantai pelataran kotamara, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, mengawali perayaan pada Kamis (11/10) malam.

Ajakan menyudahi perbedaan --sebagai dampak dari pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 27 Juni 2018 yang diikuti lima pasangan-- hampir selalu disampaikan AS Tamrin seraya mengajak bergandengan tangan semua komponen untuk membangun bersama Baubau.

Ia menegaskan bahwa pilkada sudah selesai dan saat ini membutuhkan kebersamaan untuk menuju kesejahteraan masyarakat Baubau ke arah lebih baik.

"Kita sadari masih banyak tantangan yang membutuhkan kebersamaan dan perhatian kita semua dalam pembenahan segala sesuatunya. Oleh karena itu hari jadi Baubau ini momentum semangat pembaharuan dalam berkarya dan berinovasi," katanya.

Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat dan komponen pembangunan di daerah itu memberikan masukan yang konstruktif, dengan tidak saling curiga dan berprasangka buruk, yang dapat menghambat pembangunan berkelanjutan sebagaimana masyarakat mengharapkannya

Seluruh elemen masyarakat diajak menjaga stabilitas keamanan di lingkungannya serta menghindari konflik karena dapat merugikan diri sendiri.

Sebagai bentuk evaluasi dan instropeksi diri atas apa yang telah dicapai dan kekurangannya, maka harus segera dibenahi dengan terus mencari dan menggali terobosan untuk mewujudkan harapan masyarakat ke depan.

Ia menyebut hari jadi pada 2018 juga menjadi lebih khusu karena bertepatan dengan Kota Baubau menyongsong tahapan pembangunan jangka menengah lima tahun ke depan, sekaligus menjadi tahapan akhir pembangunan jangka panjang 2005-2025.

"Pembangunan infrastruktur fisik harus berjalan dengan pembangunan sumber daya manusia dan infrastruktur sosial dalam rangka menjadikan Kota Baubau menjadi daerah yang maju yang dihuni oleh masyarakat yang berakidah, berakhlak, serta berbudaya sejahtera lahir dan batin," katanya.


Filosofi PO5

Saat sidang paripurna HUT Baubau 2018 antara DPRD-pemkot, Rabu (17/10), AS Tamrin menyatakan bahwa identitas Kota Baubau sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, wujudnya termasuk filosofi PO5 (baca: Polima) yang dijadikan nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat di daerah ini.

Dalam kaitan itu, diselenggarakan sarasehan budaya mengangkat agenda PO5 pada Senin (15/10) di Baruga Keraton Buton, mengusung tema "Semangat Hari Jadi Baubau ke-477 dan HUT ke-17 Kita Sukseskan Visi Misi Kota Baubau 2018-2023 yang Maju, Sejahtera, dan Berbudaya melalui Kearifan Lokal "PO-5"

Sarasehan budaya itu disebutnya sangat bermanfaat karena merupakan nilai utama yang mendorong pembangunan di Kota Baubau dan lahir dari filosofi leluhur sejak ratusan tahun dari Kesultanan Buton.

Tamrin mengatakan konsep PO5 yang diimplementasikan dalam pemerintahannya selama ini sesungguhnya lahir dari hasil kajian ilmiah terhadap kearifan lokal masyarakat Buton yang dikenal dengan sebutan "Sara Pataanguna".

Ia juga menegaskan bahwa PO5 yang diusungnya --dan bahkan menjadi disertasi S3-nya di jurusan Ilmu Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat-- upaya membumikan filsafat "Sara Pataanguna", sehinggga dirinya tidak menambah apalagi menguranginya.

PO5 adalah bentuk kearifan lokal falsafah Buton yang terdiri atas "pomaamaasiaka" (saling menyayangi), "pomaemaeka" (selalu merasa malu untuk berbuat negatif/tabu) , "popiapiara" (saling peduli), "poangkaangkataka" (saling menghargai), dan "pobincibinciki kuli" (tidak saling mencubit jika akan sama-sama merasakan sakit).

Antropolog Universitas Hassanudin (Unhas) Makassar Dr Tasrifin Tahara dalam sarasehan itu, menyatakan idealnya adalah bagaimana nilai PO5 itu bekerja, baik di sekolah, birokrasi, maupun semua arena kehidupan masyarakat.

"Seperti `pomaemaeka` atau `pobincibinciki kuli` itu bagaimana. Jadi ada butir-butir yang mengatur tindakan individu dalam berhubungan. Nah, itu harus ada standar operasional prosedur, sehingga itulah yang mengatur tata hubungan antara individu- individu dalam ruang lingkup tertentu baik di birokrasi, maupun ruang-ruang pelayanan publik," katanya.

Sarasehan budaya disebutnya sangat bermanfaat karena merupakan nilai utama yang mendorong pembangunan di Kota Baubau dan lahir dari filosofi leluhur.


Karnaval Budaya

Rangkaian hari jadi dan HUT Baubau juga lekat dengan agenda-agenda kebudayaan, salah satunya karnaval budaya.

Karnaval budaya yang diselenggarakan pada Selasa (16/10) diwarnai peserta yang menggunakan pakaian daerah dan diikuti 160 barisan, mulai dari unsur organisasi perangkat daerah, pelajar sekolah dan mahasiwa, organisasi kemasyarakatan, dan peguyuban di daerah itu.

Ajang karnaval dimulai dari Lapangan Lembah Hijau Kecamatan Wolio dan berakhir di pelataran Pantai Kamali Baubau.

Penampilan kesenian dan atraksi budaya daerah dilakukan di depan panggung utama.

Barisan karnaval dengan menampilkan berbagai keragaman etnis di daerah itu cukup menyedot perhatian masyarakat, sejak awal hingga akhir. Apalagi juga hadir tiga artis ibu kota, antara lain Andi Arsyil, Steffy Cherrybelle, dan Benu Buloe.

Kegembiraan masyarakat Baubau kemudian ditutup pada Rabu (17/10) malam dengan menghadirkan grup musik papan atas, Gigi Band.

Lagu hits berjudul "Nakal" mengawali penampilan Gigi, di mana sang vokalis Armand, bersama Dewa Budjana (gitaris), Thomas Ramdan (basis), dan Gusti Hendy (drum) menghibur ribuan pengunjung di pelataran kotamara, Kota Baubau.

Gigi juga melantunkan hits lainnya, seperti "Nirwana", "My Facebook", "Perdamaian", "Tak Lagi Percaya", "11 Januari", "Jomblo", dan "Ya..ya..ya."

Tembang bernuansa religis, seperti "Akhirnya" dan "Pintu Surga" juga dilantunkan dalam kesempatan itu.

Sebelum penampilan Gigi, pada siang harinya juga dimeriahkan tradisi budaya "Pekande-kandea" (makan bersama) di kawasan pinggir pantai pelataran kotamara, Kota Baubau.

"Pekande-kandea", salah satu rangkaian kegiatan hari jadi dan HUT Kota Baubau itu, merupakan tradisi budaya masyarakat Buton dalam menyambut, berkumpul, dan bergembira bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada sang maha pencipta.

"Pekande-kande hari ini intinya adalah luapan syukuran masyarakat, sehingga mereka secara sukarela bergotong-royong untuk menyiapkan `talang` (wadah berisi makanan) untuk dinikmati," kata AS Tamrin.

Tradisi budaya itu bisa membimbing pola hidup manusia berkarakter, bermoral, dan bertatakrama yang baik sehingga jangan dianggap sebagai seremoni karena salah satu ungkapan kepuasaan batin masyarakat. (T.A035/B/M029/M029) 
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar