Pemprov Papua canangkan hitung mundur jelang PON 2020

id pon,papua

Penutupan PON XIX Jabar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (kanan) mengibarkan bendera PON sebelum diserahkan kepada Ketua KONI Tono Suratman (kedua kanan) yang selanjutnya diberikan kepada Gubernur Papua Lukas Enembe (tengah) pada penutupan PON XIX di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jabar, Kamis (29/9/2016). Provinsi Papua selanjutanya akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan pesta akbar olahraga nasional empat tahun tersebut pada 2020. ((ANTARA FOTO/Wahyu Putro A))

Jayapura (Antaranews Sultra) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mencanangkan ? hitung mundur 730 hari menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 bersamaan dengan peringatan Haornas ke-35 di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Dok II Jayapura pada Senin.

Gubernur Papua Lukas Enembe, di Jayapura, Senin, mengatakan dengan pencanangan hitung mundur ini membuktikan bahwa PON 2020 semakin dekat sehingga masyarakat harus semakin sering membicarakan mengenai pelaksanaan kegiatan olahraga nasional tersebut.

"Tersisa kurang lebih 1,5 tahun ke depan sehingga harus berpikir keras bagaimana mensukseskan pelaksanaan PON 2020 di Bumi Cenderawasih," katanya.

Menurut Lukas, semua anggaran telah diarahkan untuk mengoptimalkan pelaksanaan PON 2020, karena suksesnya kegiatan olahraga ini merupakan harga diri dan martabat orang Papua.

"Diminta kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pegawai negeri sipil dan masyarakat untuk ambil bagian, turut serta mensukseskan pelaksanaan PON 2020 di Papua," ujarnya.

Baca juga: PON 2016 - 2020 "kitorang kete di papua"

Dia menjelaskan tidak boleh ada yang duduk diam sehingga suksesnya PON 2020 ini menjadi sukses bersama, baik pemerintah maupun masyarakat Papua.

"Selain itu, tema besar Haornas 2018 ini adalah `Ayo Olahraga, Bangun Indonesia`, di mana mengandung makna mengajak berolahraga yang akan turut berpartisipasi membangun Indonesia secara keseluruhan yakni membangun jiwa yang sehat, membangun badan yang kuat," katanya lagi.

Dia menambahkan pembangunan di dalam olahraga adalah tidak hanya jasmani, tetapi juga rohani, dengan sehat rohani berarti telah mendukung kebijakan presiden tentang revolusi mental. (H020).

Baca juga: Papua bersiap lebih dini untuk PON 2020
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar