Disnaker: "May Day" tidak harus dengan aksi demonstrasi

id naker

Disnaker: "May Day" tidak harus dengan aksi demonstrasi

Kadisnakertrans Sulawesi Tenggara Semu Alwi.

Kendari (Antaranews Sultra) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sultra bekerja sama dengan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) dan sejumlah asosiasi perusahaan mencoba mendesain kegiatan "May Day" dengan tidak melakukan demonstrasi berlebihan.

"Kalau tahun-tahun lalu, peringatan hari buruh itu identik dengan kegiatan unjuk rasa, maka tahun ini kita melakukan dengan acara suka cita dengan melakukan jalan sehat dan senam tobero bersama dengan ratusan karyawan dari puluhan perusahan di Kendari," kata Kadis Nakertrans Sultra Saemu Alwi di Kendari, Selasa.

Ia mengatakan Dinas Nakertrans Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan jalan sehat dan senam bersama dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi buruh sebagai wujud untuk menjalin keharmonisan antara pekerja, pemilik perusahaan dan pemerintah.

"Karena kami beranggapan dalam May Day itu adalah hari bersenang-senangnya para buruh, dan hari liburnya para buruh bersama keluarga," kata Saemu didampingi Ketua Komfederasi SBSI Sultra, Alvian P Liambo.

Olehnya itu, kata dia, dengan mendesain kegiatan tersebut menjadi beberapa rangkaian kegiatan hari ini, para buruh/pekerja dan asosiasi pengusaha dan instansi pemerintah menyatu dalam kebersamaan dengan gembira.

"Untuk peserta jalan sehat, dari 60 perusahaan yang diundang dan beberapa asosiasi dengan jumlah peserta lebih 800 orang yang ikut jalan santai, kemudian dilanjutkan dengan senam kebugaran yang dilaksanakan di halaman kantor Nakertrans Sultra," katanya.

Ketua SBSI Korwil Sultra Alvian S Liambo mengatakan jalan sehat dan senam bersama tidak kala pentingnya juga mengeluarkan maklumat kepada pemerintah pusat dengan beberapa poin diantaranya mendesak pemerintah pusat menghentikan invasi tenaga kerja asing (TKA) karena dinilai kehadiran mereka justru mendeskritkan bagi tenaga kerja lokal.

Selain itu serikat buruh juga mendesak agar mencabat Perpres Nomor 20/2018 tentang TKA dan meminta agar pemerintah mengangkat pegawai honorer menjadi ASN dan beri beri kepastian terhadap status buruh khususnya perkebunan sawit lokal.

Usai menyampaikan beberapa tuntutan dalam bentuk pernyataan sikap, para serikat pekerja bersama asosiasi pengusaha lalu melakukan penandatangan bersama di dalam sebuah spanduk ukuran besar yang terpampang dalam acara May Day tersebut.



 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar