Kendari (Antara News) - Sebanyak enam pakar peternakan dunia berbagi ilmu melalui seminar internasional yang bertemakan "peningkatan ternak tropis untuk ketahanan pangan" yang digelar Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.
Wakil Rektor I UHO Kendari La Rianda saat memberikan sambutan pada seminar tersebut di Kendari, Rabu, mengatakan seminar tersebut bertujuan untuk memberikan informasi pengetahuan terbaru kepada para akademisi, mahasiswa peternakan dan juga pemerintah daerah terkait pengembangan peternakan di Indonesia, khususnya wilayah Sultra yang cukup berpotensi untuk pengembangan berbagai jenis ternak.
"Daerah ini memiliki banyak potensi untuk menjadi salah satu daerah kantong ternak di Indonesia dalam rangka mendukung program swasembada daging nasional," ujarnya.
Ia menambahkan, untuk mewujudkan hal tersebut sangat dibutuhkan pengetahuan tentang bagaimana cara beternak yang baik terlebih wilayah Indonesia secara keseluruhan merupakan daerah tropis.
Adapun pembicara dalam seminar tersebut Libertado C Cruz dari Filiphina, Dahlan Ismail dari University Putra Malaysia, Cleren McCosker dari Australia, Monchai Duangjinda dari Thailand, Thiruvenka dan A.K dari India serta Ali Agus dari UGM.
Materi yang dibawakan beragam mulai dari teknik budidaya unggas, pengembangan peternakan kambing dan domba, peningkatan produksi peternakan sapi dan kerbau serta materi mengenai manajemen peternakan yang baik. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan produksi ternak.
Dekan Fakultas Peternakan UHO Kendari Takdir Saili mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan peternakan sehingga bisa memenuhi kebutuhan daging lokal dan nasional.
"Tentunya dengan seminar ini kita harapkan akan membuka peluang usaha peternakan untuk maju dan berkembang sebagai salah satu usaha yang dapat mensejahterakan masyarakat," ujarnya.
Selain itu, Pemerintah Kota Kendari melalui Asisten III H Halili mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap dapat memberikan solusi terhadap permasalahan pengembangan peternakan di Sultra, khususnya Kota Kendari.
Selain dihadiri oleh civitas akademika UHO, seminar itu juga dihadiri Pemerintah daerah yang ada di Sultra dan diikuti 130 peserta, 54 peserta diantaranya berasal dari perguruan tinggi ternama di Indonesia seperti Universitas Hasanuddin, Universitas Brawijaya, dan Institut Pertanian Bogor.

