Kendari (ANTARA News) - Bupati Kolaka, Buhari Matta memaparkan tentang pendidikan karakter pada seminar pendidikan nasional yang dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadyah Kendari (UMK), Selasa.
Buhari yang juga bakal calon gubernur Sultra ini menjelaskan bahwa pendidikan karakter bangsa harus ditanamkan pada semua jenjang pendidikan mulai taman kanak-kanak hingga sekolah lanjutan atas.
"Pendidikan karakter ini dimulai dengan berdirinya kantin kejujuran di sekolah serta pembacaan Asmaul Husna dan zikir yang merupakan pengganti
kegiatan apel pagi di sekolah," kata Buhari di hadapan ratusan mahasiswa dan pejabat rektorat UMK.
Menurut Ketua DPW PPP Sultra ini, pendidikan karakter bangsa tidak hanya dilakukan dengan membaca buku, tetapi juga membutuhkan implementasi di lapangan.
"Pendidikan karakter bangsa tidak dilakukan dengan hanya membaca buku, melainkan bagaimana mengimplemtasikan keseharian kita di tengah masyarakat," ujarnya.
Selain itu Buhari juga memperkenalkan model implementasi kebijakan strategis yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kolaka sebagai daerah perjuangan dan religius dan berbudaya.
"Jati diri Kolaka adalah daerah perjuangan yang ditandai dengan adanya
tugu perjuangan 19 November, dan untuk mengabadikan itu, maka salah satu
Universitas di Kolaka diberi nama dengan Universitas 19 November," ujarnya.
Begitu juga Kolaka sebagai daerah religius, ditandai dengan Kolaka 'lautan zikir', di mana setiap ada kegiatan keagamaan yang dilaksanakan, baik pemerintah daerah maupun masyarakat, selalu melaksanakan zikir akbar.
"Jati diri inilah yang harus ditanamkan kepada diri masing-masing,"
kata mantan Ketua Bappeda Kota Kendari dan Kolaka ini.
Bahkan, kata Buhari, Kolaka juga merupakan daerah berbudaya, yakni budaya "kalo sara" yang melambangkan perekat dan pemersatu serta sifat kebersamaan dan kegotongroyongan.
"Budaya tetap terpelihara dengan baik, sehingga saat ini di Kolaka masih terjalin rasa kebersamaan dan sifat kegotongroyongan," kata bupati Kolaka dua periode ini.
Sementara itu, Rektor UMK, Dr Rivai Nur pada kesempatan itu menjelaskan bahwa UMK sangat bersyukur dan mendapatkan kehormatan atas kehadiran Bupati Kolaka, Buhari Matta yang tidak hanya dikenal sebagai seorang pemimpin yang berprestasi, amanah, religius, dan dekat dengan masyarakat, tetapi tidak kalah pentingnya Buhari Matta adalah seorang pemimpin yang berpendidikan .
"Kami sudah banyak mengenal Pak Buhari Matta melalui media cetak dan elektronik dengan berbagai keberhasilannya dalam memimpin Kolaka melalui programnya Demo Gerbang Mastra selama 'kurang lebih delapan tahun dan telah memperoleh beberapa penghargaan di tingkat nasional," ujarnya.
Menurut dia, saat ini Sultra mengalami krisis kepemimpinan dan yang diharapkan oleh masyarakat adalah pemimpin yang dapat memajukan daerah provinsi ini.
"Dengan tampilnya Buhari Matta yang merupakan sosok figur pemimpin yang telah terbukti dapat mengantarkan Kolaka keluar dari daerah tertinggal di antara 12 kabupaten dan kota di Sultra, sehingga diharapkan juga ke depan BM (sapaan Buhari Matta-red) dapat melakukan perubahan di segala bidang di Sultra," ujarnya. (ANT).

