
PT Vale gencarkan promosi kesehatan guna cegah TBC di Watalara Kolaka

Kendari (ANTARA) - PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa menggencarkan program promosi kesehatan (Promkes) sebagai upaya penanggulangan dan pencegahan penyebaran penyakit Tuberculosis (TBC) bagi masyarakat di Desa Watalara, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Occupational Health Doctor PT Vale Indonesia IGP Pomalaa dr. R Fausan Numyani P, di Kolaka, Jumat, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen perusahaan dalam membangun fondasi kesehatan yang kuat dimulai dari lingkup keluarga.
"Kami menyadari bahwa fondasi suatu lingkungan yang sehat berasal dari keluarga. PT Vale sangat memperhatikan hal tersebut guna mewujudkan Kolaka sehat, bersih, dan berdaya," kata Fausan.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat untuk menjaga lingkungan agar penyakit TBC ini tidak menyebar di wilayah tersebut.
"Harapannya, kegiatan ini berdampak nyata bagi lingkungan sekitar dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, sehingga keluarga di area operasional PT Vale bisa saling menjaga kesehatan," ujarnya.
Sementara itu, Camat Baula, Syahrial Darmawan, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah nyata perusahaan. Menurutnya, promosi kesehatan ini sangat krusial untuk menekan angka penderita TBC yang penularannya sangat cepat melalui udara.
"TBC merupakan ancaman kesehatan yang bisa mengenai siapa saja dalam keluarga. Melalui edukasi ini, masyarakat diajak sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan ," ujar Syahrial.
Ia juga berharap para peserta yang hadir dapat menjadi agen perubahan bagi keluarga dan tetangga sekitar.
Selain TBC, ia juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan rutin menguras bak penampungan air untuk membasmi jentik nyamuk.
Di tempat yang sama, Kepala Puskesmas Baula, Sukmawati, menjelaskan secara teknis bahwa TBC adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
"Bakteri ini paling sering menyerang paru-paru dan menular melalui udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Jika ditemukan satu kasus dalam rumah, maka seluruh anggota keluarga harus segera menjalani skrining karena penularannya sangat cepat melalui pernapasan," jelas Sukmawati.
Pihak Puskesmas Baula berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan deteksi dini (skrining) bagi masyarakat guna memastikan mata rantai penularan TBC di wilayah tersebut dapat terputus.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
