• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Logo Header Antaranews sultra
Senin, 19 Januari 2026
Logo Small Mobile Antaranews sultra
Logo Small Fixed Antaranews sultra
  • Home
  • Seputar Sultra
      • Kota Kendari
      • Kota Baubau
      • Kab. Bombana
      • Kab. Buton
      • Kab. Buton Selatan
      • Kab. Buton Tengah
      • Kab. Buton Utara
      • Kab. Kolaka
      • Kab. Kolaka Timur
      • Kab. Kolaka Utara
      • Kab. Konawe
      • Kab. Konawe Kepulauan
      • Kab. Konawe Selatan
      • Kab. Konawe Utara
      • Kab. Muna
      • Kab. Muna Barat
      • Kab. Wakatobi
  • Hukum & Politik
    • Gubernur Andi Sumangerukka lantik 17 Pejabat Tinggi Pratama Pemprov Sultra

      Gubernur Andi Sumangerukka lantik 17 Pejabat Tinggi Pratama Pemprov Sultra

      17 menit lalu

      BP3MI Sultra duga PMI asal Konawe di Oman korban TPPO

      BP3MI Sultra duga PMI asal Konawe di Oman korban TPPO

      20 menit lalu

      Imigrasi bongkar sindikat \"love scamming\" internasional di Tangerang

      Imigrasi bongkar sindikat "love scamming" internasional di Tangerang

      7 jam lalu

      MK: Sengketa Pers harus utamakan mekanisme UU Pers, bukan pidana

      MK: Sengketa Pers harus utamakan mekanisme UU Pers, bukan pidana

      7 jam lalu

      Putusan MK: Wartawan tak bisa langsung dipidana sebelum sengketa diselesaikan di Dewan Pers

      Putusan MK: Wartawan tak bisa langsung dipidana sebelum sengketa diselesaikan di Dewan Pers

      8 jam lalu

  • Ekonomi
    • Bapenda Sultra catat kinerja positif, PAD 2025 capai Rp1,3 triliun

      Bapenda Sultra catat kinerja positif, PAD 2025 capai Rp1,3 triliun

      9 jam lalu

      Harga emas di Pegadaian kompak stabil pada senin ini

      Harga emas di Pegadaian kompak stabil pada senin ini

      10 jam lalu

      Update PIHPS: Harga cabai rawit merah dan telur ayam masih tinggi

      Update PIHPS: Harga cabai rawit merah dan telur ayam masih tinggi

      11 jam lalu

      Rupiah pada Senin melemah 0,10 persen jadi Rp16.904 per dolar AS

      Rupiah pada Senin melemah 0,10 persen jadi Rp16.904 per dolar AS

      11 jam lalu

      Hari Senin harga emas Antam meroket,  menjadi Rp2,703 juta/gr

      Hari Senin harga emas Antam meroket, menjadi Rp2,703 juta/gr

      12 jam lalu

  • Olahraga
    • Malut United datangkan satu gelandang serang asal Brasil

      Malut United datangkan satu gelandang serang asal Brasil

      7 jam lalu

      Takluk 0-1 dari Everton, Aston Villa gagal dekati Arsenal

      Takluk 0-1 dari Everton, Aston Villa gagal dekati Arsenal

      13 jam lalu

      Liga Jerman: Muenchen kokoh di puncak klasemen

      Liga Jerman: Muenchen kokoh di puncak klasemen

      13 jam lalu

      Real Sociedad kalahkan Barcelona 2-1

      Real Sociedad kalahkan Barcelona 2-1

      14 jam lalu

      Senegal juara Piala Afrika 2025 setelah kalahkan Maroko 1-0 di final

      Senegal juara Piala Afrika 2025 setelah kalahkan Maroko 1-0 di final

      14 jam lalu

  • Budaya & Pariwisata
    • Sultra dorong 6.000 kilometer persegi area hutan dan pegunungan jadi taman nasional

      Sultra dorong 6.000 kilometer persegi area hutan dan pegunungan jadi taman nasional

      06 January 2026 6:26 Wib

      Mengenal lebih dekat budaya dan wisata Sulawesi di Festival Fotografi Celebes

      Mengenal lebih dekat budaya dan wisata Sulawesi di Festival Fotografi Celebes

      18 December 2025 18:54 Wib

      ANTARA gaet komunitas gelar workshop fotografi untuk warga di Toraja Utara

      ANTARA gaet komunitas gelar workshop fotografi untuk warga di Toraja Utara

      18 December 2025 13:46 Wib

      Jangan robohkan Tongkonan kami, kepedihan masyarakat Toraja

      Jangan robohkan Tongkonan kami, kepedihan masyarakat Toraja

      17 December 2025 17:01 Wib

      LKBN ANTARA rayakan HUT ke-88 lewat Festival Fotografi Celebes di Toraja Utara

      LKBN ANTARA rayakan HUT ke-88 lewat Festival Fotografi Celebes di Toraja Utara

      14 December 2025 8:51 Wib

  • Humaniora
    • Sultra bangun 4 Sekolah Rakyat pada 2026

      Sultra bangun 4 Sekolah Rakyat pada 2026

      3 jam lalu

      PT Vale perkuat sinergi lintas sektor melalui peringatan Hari Dharma Samudera

      PT Vale perkuat sinergi lintas sektor melalui peringatan Hari Dharma Samudera

      4 jam lalu

      PT Vale sosialisasikan PHBS ke masyarakat guna cegah TBC di Kolaka

      PT Vale sosialisasikan PHBS ke masyarakat guna cegah TBC di Kolaka

      8 jam lalu

      Dankodaeral VI Makassar kunjungi proyek IGP PT Vale di Morowali

      Dankodaeral VI Makassar kunjungi proyek IGP PT Vale di Morowali

      16 January 2026 10:59 Wib

      Kemenhaj catat pelunasan biaya haji di Sultra capai 102,98 persen

      Kemenhaj catat pelunasan biaya haji di Sultra capai 102,98 persen

      12 January 2026 13:32 Wib

  • Opini
    • Dunia Multipolar dan tantangan diplomasi Indonesia berbasis ketahanan nasional

      Dunia Multipolar dan tantangan diplomasi Indonesia berbasis ketahanan nasional

      15 January 2026 12:37 Wib

      Mewujudkan wisata aman bencana di Pantai Nambo, komitmen nyata untuk keselamatan publik

      Mewujudkan wisata aman bencana di Pantai Nambo, komitmen nyata untuk keselamatan publik

      27 October 2025 11:10 Wib

      Wagub beri motivasi dua pemuda Sultra yang wakili Indonesia turnamen mancing di Turki

      Wagub beri motivasi dua pemuda Sultra yang wakili Indonesia turnamen mancing di Turki

      18 October 2025 18:39 Wib

      Langkah nyata Indonesia untuk Gaza: Prabowo hadiri KTT Internasional di Kairo

      Langkah nyata Indonesia untuk Gaza: Prabowo hadiri KTT Internasional di Kairo

      13 October 2025 10:04 Wib

      MitigasiUrban Heat Island: Menyelamatkan  kota-kota di Sultra lewat tata ruang dan ruang hijau

      MitigasiUrban Heat Island: Menyelamatkan kota-kota di Sultra lewat tata ruang dan ruang hijau

      06 October 2025 13:12 Wib

  • Video
    • Relawan resmi kini bantu Polda Sultra atur lalu lintas di titik rawan

      Relawan resmi kini bantu Polda Sultra atur lalu lintas di titik rawan

      397 lembar uang palsu ditemukan beredar di Sultra pada 2025

      397 lembar uang palsu ditemukan beredar di Sultra pada 2025

      Kendari inisiasi perlindungan sosial ketenagakerjaan pekerja rentan

      Kendari inisiasi perlindungan sosial ketenagakerjaan pekerja rentan

      BPK soroti sejumlah aset Pemprov Sultra yang dikuasai pihak lain

      BPK soroti sejumlah aset Pemprov Sultra yang dikuasai pihak lain

      BEI Sultra catat 33 ribu investor baru tahun 2025 didominasi kaum muda

      BEI Sultra catat 33 ribu investor baru tahun 2025 didominasi kaum muda

  • Foto
    • Lampu jalan Inner Ring Road Kendari

      Lampu jalan Inner Ring Road Kendari

      Pemerataan Infrastruktur guna dukung ekosistem kendaraan listrik di Sultra

      Pemerataan Infrastruktur guna dukung ekosistem kendaraan listrik di Sultra

      Penerapan PLTS dukung pembelajaran digitalisasi sekolah di wilayah 3T Sultra

      Penerapan PLTS dukung pembelajaran digitalisasi sekolah di wilayah 3T Sultra

      Tes urine ASN cegah penyalahgunaan narkoba

      Tes urine ASN cegah penyalahgunaan narkoba

      Program Light Up The Dream di Sultra

      Program Light Up The Dream di Sultra

  • Internasional
    • RI upayakan penyelamatan WNI ABK yang diculik bajak laut dari kapal ikan di perairan Gabon

      RI upayakan penyelamatan WNI ABK yang diculik bajak laut dari kapal ikan di perairan Gabon

      Selasa, 13 Januari 2026 13:58

      Serangan bajak laut di perairan Gabon, empat WNI dilaporkan diculik

      Serangan bajak laut di perairan Gabon, empat WNI dilaporkan diculik

      Selasa, 13 Januari 2026 10:37

      Indonesia bersama 21 negara Arab-Islam kecam pengakuan Israel atas Somaliland

      Indonesia bersama 21 negara Arab-Islam kecam pengakuan Israel atas Somaliland

      Jumat, 9 Januari 2026 13:26

      Sebanyak 12.000 anak-anak Palestina masih jadi pengungsi paksa

      Sebanyak 12.000 anak-anak Palestina masih jadi pengungsi paksa

      Senin, 5 Januari 2026 11:15

      Penahanan Jurnalis Palestina berlanjut, PJS laporkan 42 kasus sepanjang 2025

      Penahanan Jurnalis Palestina berlanjut, PJS laporkan 42 kasus sepanjang 2025

      Jumat, 2 Januari 2026 14:30

  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • BMKG: Indonesia dikepung hujan yang dapat disertai petir pada Senin

      BMKG: Indonesia dikepung hujan yang dapat disertai petir pada Senin

      Senin, 19 Januari 2026 8:18

      Simposium SMSI tegaskan Pilkada melalui DPRD sebagai alternatif demokrasi

      Simposium SMSI tegaskan Pilkada melalui DPRD sebagai alternatif demokrasi

      Kamis, 15 Januari 2026 20:47

      Pemerintah siapkan Rp335 triliun untuk program MBG di 2026

      Pemerintah siapkan Rp335 triliun untuk program MBG di 2026

      Kamis, 15 Januari 2026 16:39

      BMKG: Potensi hujan lebat-sangat lebat pada Kamis

      BMKG: Potensi hujan lebat-sangat lebat pada Kamis

      Kamis, 15 Januari 2026 8:40

      KLH evaluasi pertambangan di 14 provinsi

      KLH evaluasi pertambangan di 14 provinsi

      Rabu, 14 Januari 2026 16:34

Logo Header Antaranews Sultra

Ramadhan zaman dulu dan kini

id Ramadhan, puasa Oleh Masuki M. Astro Minggu, 2 April 2023 13:54 WIB

Image Print
Ramadhan zaman dulu dan kini

Sejumlah remaja bertadarus usai tarawih di Masjid Jamik Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Rabu (2/7) dini hari. ANTARA FOTO/Rahmad

Bondowoso (ANTARA) - Pada era 70-an, orang menikmati buka puasa dengan es serut dicampur sirup warna merah sudah terasa nikmat. Bagi anak muda zaman sekarang, mungkin cerita es serut itu terasa aneh. Es sirup tanpa isian aneka buah atau cincau dan lainnya, adalah pengalaman nikmat berbuka bagi lidah orang kebanyakan yang lahir pada akhir tahun 1960 atau awal 1970.

Penjualan aneka takjil zaman dulu tidak sesemarak saat ini. Kondisi ekonomi secara umum kala itu tentu berbeda dengan saat ini. Dulu, orang, khususnya masyarakat desa, sudah terbiasa makan seadanya, termasuk saat Bulan Ramadhan. Karena itu sajian berbuka dengan kolak pisang atau dawet hanya ada pada malam-malam ganjil sepertiga akhir bulan puasa. Dalam tradisi Jawa dikenal sebagai "malam likuran". Orang Madura menyebut "malem lekoran". Di situlah nikmatnya takjil khas itu karena tidak setiap hari orang bisa menikmati menu spesial, kala itu.

Perbedaan masa kelahiran memang membawa implikasi pada corak beragama, dilihat dari fenomena sosialnya. Bagi generasi yang lahir pada era 60-an dan 70-an, suasana saat Ramadhan banyak juga yang menghadirkan makna hiburan, selain tentu aspek ibadah, sementara generasi kini, boleh jadi puasa hanyalah persoalan ritme dan perubahan pola makan. Zaman dulu, semarak orang tadarus yang diperdengarkan lewat pelantang suara dari masjid atau surau hingga pukul 3 dini hari menjadi hiburan malam di tengah suasana perdesaan yang sepi.

Masa muda generasi zaman dulu banyak dihabiskan di tempat ibadah, seperti kebiasaan tadarus atau membaca Al Quran bersama di masjid, langgar atau mushalla. Di luar Ramadhan, generasi dulu biasa belajar ngaji setelah magrib hingga isya di masjid. Mereka biasanya menginap di masjid, langgar, atau mushalla karena besoknya, setelah shalat Subuh dilanjutkan kembali belajar ngaji hingga Matahari terbit. Saat Ramadhan, kebiasaan itu berubah dengan tadarus setelah shalat Isya dan Tarawih.

Anak-anak zaman dulu pulang tengah malam dari masjid atau langgar menyusuri jalanan gelap karena penerangan listrik belum ada, menjadi pengalaman indah untuk dikenang. Perjalanan pulang di malam buta itu terkadang diwarnai dengan saling berlarian ketika di antara mereka ada yang iseng menakut-nakuti.

Mengenai tadarus di masjid, ini juga menjadi ajang "ekspresi diri", meskipun secara agama, fenomena ini bisa dicap sebagai riya atau pamer. Akan tetapi, tinggalkan dulu penghakiman itu. Ini dunia anak yang masih "haus" apresiasi. Orang, khususnya anak-anak, yang boleh ikut tadarus dengan bacaan yang diperdengarkan ke berbagai penjuru itu hanya diperuntukkan bagi anak-anak yang sudah fasih dalam bacaan Al Quran. Ketentuan tak tertulis seperti itu memberi motivasi bagi semua anak untuk memacu diri agar segera fasih mengaji. Harapannya, tahun depan bisa diperbolehkan mengaji bersama saat Ramadhan tiba.

Karena minimnya sarana hiburan, maka ajang tadarus bersama itu menjadi sarana hiburan bagi anak zaman dulu. Kalau kini setiap anak datang ke masjid untuk shalat Tarawih lalu tadarus, dibekali kertas untuk ditandatangani oleh imam shalat, sebagai tugas dari sekolah, tradisi seperti itu di zaman dulu tidak ada. Anak-anak zaman dulu tidak perlu motivasi dengan bukti tanda tangan dari takmir masjid atau imam shalat, karena lingkungan sosial sudah "mewajibkan" semua anak untuk bersama-sama datang ke masjid. Bagi yang tidak ikut pergi tarawih akan menjalani masa sepi di rumah. Rasa kesepian itu merupakan "hukuman" bagi jiwa secara otomatis tanpa ada tindakan penghakiman dari pihak luar.

Kenyataan ini membawa konsekuensi ringannya beban orang tua dalam mengarahkan anak untuk belajar menjalani perintah agama. Tidak ada metode khusus karena lingkungan sudah mendukung ke arah kebiasaan yang sama.

Soal ngabuburit, generasi dulu lebih banyak menjalani budaya itu tanpa modal. Setelah shalat Asar, mereka cukup hadir ke tempat biasa bersama temannya berkumpul, dengan hiburan ngobrol berbagai hal, tanpa diganggu gawai. Biasanya mereka berkumpul di pinggir jalan atau cukup bermain olahraga, seperti bola voli dan lainnya. Beberapa menit sebelum kumandang azan Magrib, mereka pulang ke rumah masing-masing untuk berbuka di rumah. Sementara generasi saat ini, ngabuburit biasanya mensyaratkan modal untuk nongkrong di kafe atau tempat lain yang identik dengan membeli makanan untuk berbuka.

Di sisi lain, generasi sekarang juga tidak sedikit yang menghabiskan ngabuburit dengan bermain gawai sambil rebahan di kamarnya.

Masih soal makanan, generasi dulu, memiliki momen yang selalu ditunggu, terutama pada akhir-akhir bulan puasa, yakni selamatan khatam Al Quran dari tadarus bersama. Mereka biasanya urunan Rp1.000 per orang. Uang yang terkumpul, oleh panitia kemudian dibelikan daging dan masakannya dinikmati bersama. Lagi-lagi, remaja masa kini mungkin akan kesulitan mengakses rasa nikmat dari selamatan itu, yakni makan bersama hanya dengan suguhan nasi dan lauk daging berkuah. Kehidupan serba kekurangan tidak mensyaratkan banyak hal bagi masyarakat yang hidup di zaman itu untuk memperoleh nikmat bahagia.

Beda zaman beda pengalaman. Meskipun begitu, hal yang tidak pernah berubah dari Ramadhan adalah nilai moral abadi yang mendasari. Ramadhan, baik bagi generasi zaman dulu maupun sekarang, sama-sama mengajarkan kepedulian kepada sesama. Berlapar-lapar pada siang hari mengajarkan pelakunya untuk merasakan bagaimana rasanya orang hidup kekurangan, tidak mudah memenuhi kebutuhan perut. Puasa yang melarang umatnya makan dan minum serta hal-hal lain yang tidak boleh dikerjakan pada siang hari, mendidik umat untuk bersabar menghadapi semua wujud keadaan.

Pendidikan jiwa lewat puasa itu kemudian disempurnakan dengan kewajiban membayar zakat fitrah bagi setiap individu mampu. Pembersihan jiwa selama kurang lebih 30 hari diikuti dengan pembersihan harta benda lewat zakat fitrah.

Pada akhir Ramadhan, semua generasi ini, sama-sama berharap masuk dalam golongan orang-orang yang meraih kemenangan.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ramadhan dulu dan kini


Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
  • facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • pinterest
Cetak

Berita Terkait

Timnas Indonesia menang 6-0 atas Taiwan

Timnas Indonesia menang 6-0 atas Taiwan

Jumat, 5 September 2025 23:44

BI Sultra catat Rp1,2 triliun uang keluar pada Ramadhan hingga Lebaran 2025

BI Sultra catat Rp1,2 triliun uang keluar pada Ramadhan hingga Lebaran 2025

Selasa, 15 April 2025 16:04

Telkomsel sulawesi catat kenaikan trafik Broadband 18,2 persen selama Ramadhan

Telkomsel sulawesi catat kenaikan trafik Broadband 18,2 persen selama Ramadhan

Jumat, 11 April 2025 18:40

Jakarta Lebaran Fair 2025 raih transaksi Rp300 miliar

Jakarta Lebaran Fair 2025 raih transaksi Rp300 miliar

Minggu, 6 April 2025 20:48

Jalur fungsional Tol Japek dua Selatan kembali dioperasikan

Jalur fungsional Tol Japek dua Selatan kembali dioperasikan

Kamis, 3 April 2025 15:02

Kementerian KLH: Kualitas udara Indonesia dalam kondisi baik dan sedang

Kementerian KLH: Kualitas udara Indonesia dalam kondisi baik dan sedang

Kamis, 3 April 2025 14:53

Lebaran kedua, BMKG prakirakan mayoritas wilayah hujan ringan sampai sedang

Lebaran kedua, BMKG prakirakan mayoritas wilayah hujan ringan sampai sedang

Selasa, 1 April 2025 8:14

Kapolri-Panglima  TNI perkuat sinergi hadiri Safari Ramadhan di Lampung

Kapolri-Panglima TNI perkuat sinergi hadiri Safari Ramadhan di Lampung

Kamis, 27 Maret 2025 5:51

  • Terpopuler
Harga emas di Pegadaian kompak stabil pada senin ini

Harga emas di Pegadaian kompak stabil pada senin ini

10 jam lalu

Putusan MK: Wartawan tak bisa langsung dipidana sebelum sengketa diselesaikan di Dewan Pers

Putusan MK: Wartawan tak bisa langsung dipidana sebelum sengketa diselesaikan di Dewan Pers

8 jam lalu

Bapenda Sultra catat kinerja positif, PAD 2025 capai Rp1,3 triliun

Bapenda Sultra catat kinerja positif, PAD 2025 capai Rp1,3 triliun

9 jam lalu

Takluk 0-1 dari Everton, Aston Villa gagal dekati Arsenal

Takluk 0-1 dari Everton, Aston Villa gagal dekati Arsenal

13 jam lalu

Senegal juara Piala Afrika 2025 setelah kalahkan Maroko 1-0 di final

Senegal juara Piala Afrika 2025 setelah kalahkan Maroko 1-0 di final

14 jam lalu

  • Top News
Gubernur Andi Sumangerukka lantik 17 Pejabat Tinggi Pratama Pemprov Sultra

Gubernur Andi Sumangerukka lantik 17 Pejabat Tinggi Pratama Pemprov Sultra

BPK soroti beberapa aset Pemprov Sultra dikuasai pihak lain

BPK soroti beberapa aset Pemprov Sultra dikuasai pihak lain

Mantan Bupati Koltim Abd Azis jalani sidang perdana korupsi RSUD di PN Kendari

Mantan Bupati Koltim Abd Azis jalani sidang perdana korupsi RSUD di PN Kendari

Mendikdasmen jamin Sultra masuk dalam program revitalisasi 71 ribu sekolah

Mendikdasmen jamin Sultra masuk dalam program revitalisasi 71 ribu sekolah

KPK umumkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil jadi tersangka kasus kuota haji

KPK umumkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil jadi tersangka kasus kuota haji

ANTARA News Sulawesi Tenggara
Logo Footer Antaranews sultra
sultra.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Home
  • Terkini
  • Top News
  • Terpopuler
  • Nusantara
  • Nasional
  • Seputar Sultra
  • Hukum & Politik
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hiburan & Lifestyle
  • Sosial & Budaya
  • Internasional
  • Opini
  • Foto
  • Video
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA
  • Home
  • Nasional
  • Seputar Sultra
  • KTI
  • Internasional
  • Hukum
  • Artikel
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Umum
  • Foto
  • Video