ANTAM jaga ekosistem laut dan terumbu karang melalui program "Daya Bergala"

id antam

ANTAM jaga ekosistem laut dan terumbu karang melalui program "Daya Bergala"

Salah satu kegiatan antam bersama yayasan Yari dalam pelestarian sumberdaya alam khususnya diwilayah pesisir pantai (Antara/HO)

Kolaka (ANTARA) - PT ANTAM Tbk UBPN Kolaka, Sulawesi Tenggara, menjaga ekosistem laut dan terumbu karang melalui program "Daya Bergala" (Berdaya Bersama Menjaga Pesisir Pomalaa" guna meningkatkan ekonomi masyarakat terutama di sekitar wilayah operasi perusahaan itu.

Rilis PT ANTAM Tbk UBPN Kolaka yang diterima di Kolaka, Rabu, menyebutkan, ANTAM bekerja sama dengan Yayasan Bahari (YARI) menggunakan dana CSR ANTAM UBPN Kolaka dalam menjaga ekosistem laut dan terumbu karang di pesisir pantai Pomalaa yang di mulai sejak 2017 hingga saat ini.

Business Support Senior Manager PT Antam, Ridho Anggoro menjelaskan, program ini merupakan salah satu wujud kepedulian perusahaan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat di wilayah ring satu areal operasi. 

"Tujuannya untuk melindungi ekosistem pesisir laut di kecamtaan Pomalaa dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat di kecamatan Pomalaa untuk lebih bijak mengelola sumber daya alam hayati," katanya. 

Direktur YARI Abed R. Abdullah menjelaskan, gagasan program ini dilatarbelakangi oleh kondisi Kabupaten Kolaka, khususnya Kecamatan Pomalaa dengan potensi sumber daya perikanan yang cukup besar.

Namun lanjut dia masyarakat nelayan yang bermukim di wilayah pesisir masih menggunakan alat tangkap ikan yang merusak ekosistem yaitu menggunakan bom ikan dan racun, sehingga sangat berpotensi merusak ekosistem laut.

" semua permasalahan tersebut pada prinsipnya bermula dari rendahnya tingkat pendapatan masyarakat," ungkapnya.

Untuk mencegah kerusakan alam itu khususnya wilayah laut kata dia salah satu solusi untuk mengurai masalah itu dengan cara mengembangkan program peningkatan kapasitas masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat pesisir.

Intervensi program ini jelas Abed sudah dilakukan sejak tahun 2017 hingga saat ini dengan meningkatkan kapasitas nelayan di beberapa desa yakni di desaTambea, Hakatutobu, Desa Sopura dan KelurahanDawi-dawi.

" melalui pelatihan dan studi banding tentang praktik cerdas pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan," jelas Abed.

Bahkan dalam program itu juga jelas Abed membentuk kelompok nelayan atau kelembagaan yang hingga kini anggotanya mencapai 640 orang terbagi dari beberapa desa dan kelurahan.

Abed juga berharap program "Daya Bergala" ini dapat mendorong kesadaran masyarakat tentang fungsi dan manfaat ekologi sumber daya alam pesisir yang dimiliki sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan peningkatan ekonomi nelayan dengan tetap memperhatikan daya dukung sumberdaya yang ada. 




 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2022