Personel TNI evakuasi korban banjir di Mamuju Sulbar

id Banjir Mamuju

Personel TNI evakuasi korban banjir di Mamuju Sulbar

Personil TNI Kodim 1418 Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan mengevakuasi masyarakat yang terjebak  banjir di Lingkungan Sese Kelurahan Simboro Kecamatan Simboro Kabupaten Mamuju, (12/6/2022) ANTARA Foto/M Faisal Hanapi

Mamuju (ANTARA) - Personel TNI Kodim 1418 Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang terjebak banjir di Lingkungan Sese, Kecamatan Simboro.

Komandan Rayon Militer (Danramil) 1418-01 Mamuju, Mayor Infanteri Jalaluddin, di Mamuju, Minggu mengatakan personel Koramil  Mamuju dan Kodim 1418 Mamuju diturunkan untuk melakukan penanganan bencana banjir yang melanda Mamuju.

Ia mengatakan puluhan personel TNI diturunkan untuk membantu mengevakuasi warga yang rumahnya terendam banjir di Lingkungan Sese Kelurahan Simboro Kecamatan Simboro

Menurut dia, melalui kerja sama Basarnas Mamuju telah melakukan evakuasi sejumlah warga dari kediamannya yang terendam banjir ke tempat yang lebih aman.

"Evakuasi  menggunakan perahu karet, kepada warga yang terjebak banjir setinggi perut orang dewasa," katanya.

Selain merendam perumahan warga di linkungan Sese, banjir juga merendam sejumlah pemukiman warga di Kota Mamuju diantaranya di wilayah BTN Ampi, di sekitar Kompleks Stadion Manakarra Mamuju, BTN Binanga, BTN Korongana, Jalan Hapati Hasan, di lingkungan Sese, dan Desa Bambu.

Banjir di Mamuju  akibat hujan deras sejak pukul 15,30 WITA sehingga sejumlah sungai di Mamuju, seperti sungai Sese, sungai Mamuju, sungai Karema, dan sungai di Desa Bambu meluap.

Banjir juga merendam jalan Trans Sulawesi di jalan Urip Sumoharjo yang melintasi di tengah kota Mamuju, jalan tersebut tergenang banjir hingga setinggi lutut orang dewasa.
 
Banjir merendam jalan trans Sulawesi di jalan Urip Sumoharjo yang melintasi di tengah kota Mamuju, jalan tersebut tergenang banjir hingga setinggi lutut manusia dewasa di Mamuju, Minggu (12/6/2022) ANTARA Foto/ M Faisal Hanapi


Banjir merendam sejumlah kawasan pemukiman dan jalan trans Sulawesi yang melintas di wilayah Kota Mamuju, Ibukota Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).


Pantauan ANTARA, Minggu, banjir merendam jalan trans Sulawesi di jalan Urip Sumoharjo yang melintasi di tengah Kota Mamuju. Jalan tersebut tergenang banjir hingga setinggi lutut orang dewasa.

Kendaraan yang melintas tidak bisa melaju, karena terhadang banjir yang turun setelah hujan deras melanda Kota Mamuju sejak pukul 15.30 Wita.

"Banjir yang datang tiba-tiba, telah menghalangi aktivitas warga di jalan raya, karena kendaraan warga tertumpuk dan tidak bisa melintas dengan cepat," kata Iksan salah seorang warga.

Sejumlah pemukiman warga di wilayah lingkungan Simbuang Kota Mamuju juga terendam banjir, sehingga merusak perabot rumah tangga.

Bahkan tampak sejumlah warga melakukan evakuasi warga lainnya yang terjebak banjir ke tempat yang aman.

"Terdapat warga yang dievakuasi untuk dibawa ke tempat lebih aman, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, karena hujan belum reda dan air banjir yang merendam sejumlah pemukiman warga, terus naik," kata Subhan salah seorang warga lainnya.

Sejumlah pemukiman warga di Kota Mamuju terendam banjir diantaranya di wilayah BTN Ampi, di sekitar Kompleks stadion Manakarra Mamuju.

Kemudian banjir merendam BTN Binanga, BTN Korongana, Jalan Hapati Hasan, dilingkungan Sese dan Desa Bambu.

Banjir di Mamuju terjadi, akibat meluapnya sejumlah sungai di Mamuju, seperti sungai Mamuju, sungai Karema, sungai Bambu dan sungai Korongana.

Warga berharap pemerintah setempat dapat mengerahkan bantuan untuk membantu warga apabila ada yang butuh pertolongan seperti dievakuasi ke tempat aman karena hujan belum reda.

"Pemerintah mesti membantu masyarakat, jangan sampai ada warga yang terjebak banjir, karena sudah empat jam hujan turun, dan belum juga reda, justru air semakin meninggi," kata Subhan.
 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Personel TNI evakuasi korban banjir Mamuju
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2022