Sarjono kembali pimpin PWI Sultra

id pwi

Sarjono kembali pimpin PWI Sultra

Gubernur Sultra, H Ali Mazi,SH (podium) saat membuka Konferensi PWI Sulawesi Tenggara di salah satu hotel di Kendari, (25/9) malam. (foto Antara/Azis Senong)

Kendari (ANTARA) - Wartawan Perum LLKBN Antara Biro Sulawesi Tenggara Sarjono terpilih secara aklamasi sebagai ketua PWI Sulawesi Tenggara periode 2021-2026.

Selain itu berdasarkan hasil Konferensi VIII Persatuan Wartawan Indonesia (PWI),  Rudi Iskandar sebagai Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP)  Sultra pada kegiatan Konferensi  yang dibuka Gubernur Sultra H.Ali Mazi di salah satu hotel Kendari, (25/9) malam..

Terpilihnya kembali Sarjono secara aklamasi itu karena pada saat melalui sidang pleno yang melibatkan tiga orang Sterring Comite (SC) dan menerima laporan pertanggungjawaban masa kerja 2016-2020 oleh 70 peserta penuh sebagai pemegang hak suara menyatakan menerima, dan sepakat agar kepengurusan periode berikutnya tetap dilanjutkan Sarjono sebagai ketua.

Setelah kepengrusan lama PWI Sultra 2016-2020 dinyatakan demisioner, pimpinan sidang sementara yang dipimpin Zulkifli Gani Otto (Wakil Ketua Bidang Organisasi) PWI Pusat bersama tiga anggota lainnya yakni Mohammad Kenny Rachim (Wakil ketua PWI Sultra Bidang Organisasi) dan La Ode Aswarlin (Ketua PWI Cabang Baubau) menawarkan kepada peserta konferensi.

Namun sebelum pemilihan ketua terpilih, peserta konfrensi yang disaksikan Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari, sempat terjadi adu argumen saat pembacaan tata tertib konferensi yang menginginkan adanya pendaftaran peserta calon ketua. Sidang demi sidang berlangsung tak ada peserta yang menyatakan diri untuk maju, sehingga pimpinan sidang memutuskan bila proses pemilihan ketua PWI dilakukan secara aklmasi, dan forum langsung menjawabnya dengan kata setuju.

Sedangkan proses pemilihan ketua DKP dua kandidat yang yang dinyatakan memenuhi syarat untuk dipilih setelah sebelumnya ada empat yang mengajukan untuk maju. Dua kandidat yang memenuhi syarat adalah Umar Marhum (wakil Direktur Harian Rakyat Sultra) dan Rudi Iskandar (Pemred Telisik.id) media online di Kendari.
 
Gubernur Sultra, H.Ali Mazi,SH (kemeja putih) saat duduk bersama Ketua PWI Pusat Atas Sembiring Depari (kiri) dalam acara Konferensi PWI Sulawesi Tenggara 2021 di salah satu hotel di Kendari, (25/9) malam. (foto Antara/Azis Senong)


Sementara dua kandidat yang tidak lolos adalah Ramli Ahmad (Direktur Koran Buton pos) karena belum mengantongi sertifikasi UKW utama dan Armin Arsyad (Ketua PWI Cabang Kolaka) yang menyatakan mundur sebelum pencalonan.

Dengan demikian, dua kandidat yang lolos sebagai calon ketua DKP PWI Sultra, setelah melalui proses pemungutan suara Umar Marhum hanya memperoleh 24 suara sementara Rudi Iskandar meraih 35 suara, Dan sisa suara lainnya ada abstain dan sebagain lainnya tidak ikut memilih.

Sebelumnya, pada pembukaan Konferensi PWI, Gubernur Sultra Ali Mazi mengatakan sangat mengapresiasi terselenggaranya konferensi PWI Sultra.

Menurut gubernur, forum ini sebagai sarana memperkuat silaturahmi dan kekompakan di internal pengurus PWI Sultra, pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat.

Ia mengatakan, penggantian pengurus adalah hal biasa dalam organisasi, sebab sebuah organisasi apapun namanya butuh regenerasi dan kaderisasi.

"Saya harap, konferensi PWI Suiltra ini dapat berjalan dengan baik dan penuh keakraban, semangat kekeluargaan dan kekompakan diantara sesama pengurus sangat penting sebagai layaknya dalam keluarga," tutur Ali Mazi.

 
Suasana sidang pleno pemilihan Ketua PWI Sultra dan ketua DKP melalui konferensi PWI Sulawesi Tenggara di salah satu hotel di Kendari, (25/9) malam. (foto Antara/Azis Senong)
Lanjut gubernur dua periode itu mengatakan, Sultra yang saat ini sedang mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) 2022 sangat mendukung terselenggaranya pesta berkumpulnya ribuan wartawan dari seluruh pelosok tanah air, dengan tetap mematuhi Prokes yang telah ditentukan pemerintah.

Ketua PWI Pusat Atas Sembirin Depari mengatakan, pers sebagai salah satu pilar penting dalam bernegara, semestinya selalu bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat, dan endingya harus ikut berkontribusi menjaga stabilitas sosial dan mengawal proses pembangunan.

Saat ini, kata Atal, perkembangan teknologi digital memberi dampak besar bagi seluruh pekerja pers, sehingga dituntut para pekerja pers selalu bekerja profesional dan tidak keliuar dari rambu-rambu UU pers.

Hadir dalam pembuikaan konferensi PWI Sultra Sekda Provinsi Hj Nur Endang Abbas, Kapolda Irjen Yan Sultra Indrayana, Danrem, Forkopimda, Kapolres Kendari dan sejumlah Pimpinan OPD di Sultra.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021