Kasus COVID-19 di Kendari melonjak, masyarakat diimbau taati prokes

id Dinkes, Kendari, ingatkan, prokes, sebab, kasus, COVID-19, kembali, meningkat

Kasus COVID-19 di Kendari melonjak, masyarakat diimbau taati prokes

Kepala Dinas Kesehatan Kendari Rahminingrum (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengingatkan kepada seluruh masyarakat di daerah itu agar tidak mengabaikan protokol kesehatan saat menjalankan aktivitas sebab kasus penyebaran COVID-19 di daerah itu kembali meningkat.

"Ini harus menjadi perhatian kita semua karena kita sempat tinggal empat kasus, kini menjadi 38. Kuncinya protokol kesehatan, karena semua belum mendapat vaksinasi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kendari Rahminingrum melalui telepon selulernya di Kendari, Minggu.

Ia menyampaikan bahwa sebelumnya kasus COVID-19 di daerah itu sempat menurun sangat drastis, dimana pada 3 Juni 2021 lalu, warga terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona menjalani perawatan isolasi tercatat tinggal empat orang dari total 4.678 kasus, 4.616 lainnya sembuh dan 58 meninggal.

Namun, kini berdasarkan data Satuan Tugas Penangan COVID-19 Kota Kendari per 12 Juni 2021 jumlah yang dirawat atau isolasi mandiri meningkat menjadi 38 orang dari 4.714 kasus, 4.658 diantaranya dinyatakan sembuh dan 58 kasus meninggal.


 
Data kasus COVID-19 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara per 12 Juni 2021. (ANTARA/HO-Satgas COVID-19 Kendari). (ANTARA/Harianto)




Dalam waktu sembilan hari, warga terkonfirmasi positif COVID-19 di kota itu mengalami penambahan sebanyak 34 orang kasus baru.

"Oleh karena itu kita tidak henti-hentinya untuk mengingatkan masyarakat, jangan abaikan protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak dan rajin mencuci tangan," ujar dia.

Ia juga mengatakan dalam upaya mempercepat memutus mata rantai penyebaran virus corona khususnya di kota itu, pihaknya juga memaksimalkan program vaksinasi bahkan dilakukan secara massal seperti kepada para karyawan hotel, mal, pusat perbelanjaan bahkan hingga para pedagang di pasar.

"Kita juga mengimbau kepada pihak-pihak yang sudah masuk ke dalam program sasaran vaksinasi lansia, pelayan publik dan agar mau divaksin. Kita juga memberikan kebijakan jika ada masyarakat umum membawa dua lansia bisa mendapatkan vaksin," kata Rahminingrum.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar