Di Sultra, kasus positif COVID-19 tambah sembilan menjadi 10.485

id Covid-19, virus corona, sultra, pandemi

Di Sultra, kasus positif COVID-19 tambah sembilan menjadi 10.485

Seorang pria di perbatasan Kota Kendari dan Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara diberi sanksi push up, oleh tim operasi yustisi Kota Kendari akibat tidak menggunakan masker, Rabu (19/5/2021). (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat total warga di provinsi itu terinfeksi SARS-CoV-2 sebanyak 10.485 setelah bertambah sembilan orang.
 

Juru Bicara Satgas COVID-19 Sultra La Ode Rabiul Awal di Kendari, Jumat, mengatakan perkembangan kasus COVID-19 di Sultra per Kamis (20/5) lebih banyak penambahan kasus positif baru daripada pasien sembuh.
 

"Penambahan kasus positif sembilan, rinciannya Kota Baubau empat dan Kota Kendari lima orang," kata Rabiul.
 

Dikatakannya pasien sembuh bertambah dua orang dari Kabupaten Konawe Utara (Konut), sehingga total pasien sembuh menjadi 10.107 orang.
 

Rabiul juga menyampaikan, terkait kasus meninggal akibat terinfeksi COVID-19 di Sulawesi Tenggara tidak ada penambahan tetap tercatat 217 orang.
 

Sebaran pasien COVID-19 meninggal di Sultra, di antaranya Kabupaten Buton 14 orang, Muna 14, Konawe 20, Kolaka 15, Konawe Selatan 15, Bombana delapan, Wakatobi dua, Kolaka Utara 14, Buton Utara tujuh, Konawe Utara dua, Kolaka Timur enam dan Konawe Kepulauan satu orang.
 

Selanjutnya, Kabupaten Muna Barat empat orang, Buton Tengah tiga, Buton Selatan empat, Kota Kendari 59 dan Kota Baubau 29 orang.
 

Menurut dia dengan kondisi perkembangan kasus COVID-19 hari ini harus menjadi atensi dari semua pihak untuk terus mencegah penyebaran virus corona dengan berpartisipasi pada program vaksinasi termasuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan.
 

"Penyebaran COVID-19 masih terjadi ditandai dengan masih adanya penambahan kasus positif baru. Oleh karena itu penting disiplin menaati protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak, dan rajin mencuci tangan meskipun saat ini telah ada vaksinasi," tambah Rabiul.
 

Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar