Tiga kapal malam angkut penumpang Kendari-Raha menjelang larangan mudik

id Mudik, larangan mudik, kendari, sultra, ksop, pelayaran, kapal malam

Tiga kapal malam angkut penumpang Kendari-Raha menjelang larangan mudik

Kepala Pos Syahbandar Terminal Pangkalan Perahu Kendari La Ode Muhammad Hayruddin didampingi jajaranya saat diwawancara di Kendari, Rabu (5/5/2021) malam. (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Tiga armada kapal malam disediakan oleh Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari di Terminal Pangkalan Perahu Kendari untuk mengangkut ribuan calon penumpang rute pelayaran Kota Kendari-Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Rabu malam jelang larangan mudik pada 6-17 Mei 2021.

Kepala Pos Syahbandar Terminal Pangkalan Perahu Kendari La Ode Muhammad Hayruddin di Kendari, Rabu malam, mengatakan pada hari biasanya kapal dengan rute Kendari-Raha biasanya bertolak pada pukul 22.00 Wita, namun kini diberlakukan tiga trip.

"Ini berangkat normalnya pukul 22.00 Wita, namun karena situasional dan kondisi pasca keluarnya Surat edaran Gubernur (terakit larangan mudik), semalam itu kita sudah berangkatkan dua armada yaitu KM Teratai Prima 1 dan KM Agil Pratama 04, malam ini kita berangkatkan tiga armada," kata Hayruddin.

Ia menyampaikan, pihaknya menyiapkan tiga armada kapal guna memastikan semua penumpang dapat diangkut sebelum tanggal 6 Mei 2021 karena mulai diberlakukan larangan mudik.

Dikatakannya tiga trip pelayaran rute Kendari-Raha malam ini yaitu dimulai pukul 19.00 Wita KM Simba 1, kedua pukul 21.00 Wita KM Aksar Saputra 08, dan ketika KM Ukiraya 04 yang bertolak pukul 23.00 Wita.

"KM Ukiraya 04 itu berangkat pukul 23.00 Wita. Tapi semuanya kita lihat situasional di lapangan. Tidak mungkin kita berangkatkan juga di pukul 23.00 Wita kalau masih ada penumpang," kata dia.
Tiga kapal malam angkut penumpang Kendari-Raha jelang larangan mudik, Rabu (5/5/2021) malam. (ANTARA/Harianto)


Dalam menghadapi penumpang yang semakin membludak jelang larangan mudik pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak operator pelayaran, hingga tim gabungan lainnya yang melakukan pengamanan yakni TNI-Polri dan Kantor Kesehatan Pelabuhan.

"Semua tim berjibaku bekerja secara terkoordinasi, bersatu padu untuk melaksanakan tugasnya masing-masing. Tidak ada yang hanya tinggal melihat semuanya bekerja bersinergi satu padu," ujar dia.

Calon penumpang kapal memadati area pelabuhan mulai dari gerbang masuk pelabuhan hingga ke loket penjualan tiket. Mereka rela berdesak-desakan demi bisa mendapatkan tiket kapal.

Pihak pelabuhan berupaya menerapkan keamanan ketat bagi calon penumpang yang hendak masuk ke dalam kapal mulai dari aturan yang wajib memiliki tiket termasuk menginstruksikan semua calon penumpang agar selalu menaati protokol kesehatan seperti memakai masker.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar