Januari-Oktober, Basarnas Kendari lakukan 58 operasi SAR

id Kecelakaan kapal, basarnas Kendari

Januari-Oktober, Basarnas Kendari lakukan 58 operasi SAR

Tim gabungan Basarnas Kendari mengevakuasi jasad Edi Purnomo di sekitar Perairan Pulau Malangke, Kecamatan Masaloka Raya, Kabupaten Bombana, Rabu (7/10/2020). ANTARA/HO-Humas Basarnas Kendari

Kendari (ANTARA) - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari, Sulawesi Tenggara, mencatat ada 58 kecelakaan yang ditangani dalam operasi SAR selama kurun waktu Januari hingga Oktober 2020.

Humas Basarnas Kendari Wahyudi di Kendari, Jumat, mengatakan dari 58 kecelakaan yang ditangani pihaknya, di antaranya 35 kecelakaan kapal, 20 kondisi membahayakan manusia dan tiga bencana alam.

"Untuk yang kecelakaan kapal 257 orang selamat, empat orang meninggal dan tujuh orang hilang. Kondisi membahayakan manusia 57 orang selamat, 12 orang meninggal dan satu orang hilang. Sementara untuk bencana alam semuanya selamat 437 orang," kata Wahyudi saat diwawancarai via WhatsApp.

Wahyudi menjelaskan untuk kecelakaan kapal atau kondisi yang membahayakan manusia, korban yang hilang dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaannya ketika operasi SAR hingga memasuki hari ketujuh, maka operasi dihentikan sesuai kesepakatan semua pihak termasuk keluarga korban.

"Untuk korban yang hilang dan tidak ditemukan hingga pencarian hari ketujuh, kami berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk keluarga korban untuk menghentikan pencarian, operasi SAR bisa dilanjutkan ketika ditemukan tanda-tanda keberadaan korban," tuturnya.

Ia menyampaikan jumlah kasus kecelakaan yang ditangani pihaknya per Oktober 2020 menurun dibandingkan pada tahun lalu, dimana jumlah kejadian mencapai 66 kasus pada Oktober 2019

"Sampai sejauh ini alhamdulilah tidak ada kendala ketika kami teman-teman melakukan operasi SAR. Semua bisa tertangani dengan baik, apalagi kami banyak terbantu dari teman-teman potensi SAR yang ikut bersama-sama turun di lapangan," katanya.

Ia mengimbau para nelayan sebelum melaut agar memperhatikan kelayakan kapal, alat komunikasi, alat keselamatan, dan selalu memperhatikan kondisi cuaca.

"Untuk teman-teman nelayan sebelum melakukan aktivitas, sebaiknya memperhatikan beberapa hal, seperti kelayakan kapal, dalam hal ini memperhatikan kondisi mesin apakah layak untuk digunakan," katanya.

"Termasuk persiapkan alat komunikasi dan navigasi, seperti marine radio, HP, peta, dan GPS, kemudian siapkan alat keselamatan, seperti pelampung dan ringboy, terakhir selalu memperhatikan kondisi cuaca dengan melihat informasi dari BMKG sebelum melaut." tambahnya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar