Dispora Sulawesi Tenggara berhentikan tiga pelatih PPLP

id dipora-pplp

Dispora Sulawesi Tenggara berhentikan tiga pelatih PPLP

Plt.Kadis Pemuda dan Olahraga Sultra, Azhar. (Foto ANTARA/Azis Senong)

Kendari (ANTARA) -
Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) Sulawesi Tenggara (Sultra) memecat tiga pelatih Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) karena dianggap tidak bisa membangkitkan prestasi atlet-atlet PPLP Sultra.

Plt.Kepala Dinas Pemuda Dan Olah Raga Sultra, Azhar di Kendari, Jumat , mengatakan pemecatan tiga pelatih tersebut berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Dispora Sultra terhadap tiga pelatih tersebut karena tidak bisa meningkatkan prestasi atlet PPLP.

Selain itu kata Azhar, keberanian pihaknya melakukan pemberhentian pelatih tersebut tidak lain agar prestasi PPLP Sultra dapat kembali lebih baik dan hal tersebut merupakan upaya dan usaha untuk meningkatkan prestasi PPLP Sultra.

Tiga pelatih yang di pecat tersebut masing-masing pelatih dayung, sepak takraw, dan pencak silat.

"Kita ganti karena itu berdasarkan hasil evaluasi, dan kami ganti yakni pelatih dayung, sepak takraw dan pencak silat dan kita berani melakukan pergantian untuk lebih bagus dan lebih baik dan itu salah satu upaya kita," tutur Azhar.

Menurut Azhar sedangkan terkait adanya isu pemecatan tersebut berkaitan dengan politik pihaknya memastikan hal tersebut tidak benar adanya namun pemecatan tersebut murni hasil evaluasi yang dilakukan pihaknya untuk meningkatkan prestasi atlet PPLP yang sudah lama mengalami keterpurukan dan tanpa ada prestasi.

"Tidak ada politik silahkan di cek itu evaluasi bersih dan tidak ada kepentingan apa-apa, coba tanya kalau ada yang kasih uang sama saya, itu tidak benar," tegas Azhar.

Lebih lanjut Plt.Kadispora Sultra Azhar mengatakan sedangkan untuk penganti pelatih pihaknya telah melakukan seleksi dimana setiap calon pelatih harus memenuhi beberapa syarat seperti akademis, tehnis dan beberapa syarat lainnya dan saat ini pelatih baru yang telah ditunjuk tinggal melaksanakan tugas.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar