Jubir Sultra anjurkan tujuh kebiasaan adaptasi normal baru

id COVID-19

Jubir Sultra anjurkan tujuh kebiasaan adaptasi normal baru

Jubir COVID-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal. (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal menganjurkan tujuh kebiasaan yang harus dilakukan masyarakat dalam beradaptasi dengan kehidupan tatanan normal baru selama pandemi virus corona atau COVID-19.

"Gugus Tugas COVID-19 menganjurkan tujuh kebiasaan dalam adaptasi kehidupan baru, pertama jaga jarak, (kedua sering-sering cuci tangan dan menjaga kebersihan tangan, (ketiga selalu pakai masker," kata dr Rabiul, di Posko Gugus Tugas COVID-19, Minggu malam.

Keempat, lanjut dr Rabiul, menjaga etika batuk dan bersin, kelima menghindari menyentuh wajah, keenam menjaga kesehatan umum dan ketujuh segera isolasi atau batasi diri dengan orang-orang terdekat jika merasa kurang sehat dan segera memeriksakna ke fasilitas kesehatan terdekat.

Dia mengungkapkan bahwa kebiasaan baru itu harus terus dijalankan dan diterapkan oleh masyarakat sehingga semua aktivitas pada kehidupan tatanan normal baru dari pandemi COVID-19 bisa berjalan.

"Perlu kami ingatkan kepada seluruh masyarakat dan kita semua bahwa status pandemi belum berakhir. Kita hanya menciptakan kebiasaan baru agar kita semua bisa produktif, pelayanan publik bisa berjalan, dunia usaha bisa bergerak aktivitas sosial tetap berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan," tutur Rabiul.

Pada kesempatan itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sultra ini menyampaikan bahwa telah terjadi penambahan kasus baru konfirmasi positif COVID-19 di provinsi itu sebanyak dua orang dan kasus sembuh bertambah lima orang sehingga total kasus positif menjadi 511 orang dan sembuh 335 orang.

Sementara pasien yang tengaj menjalani perawatan isolasi atau karantina sebanyak 167 orang serta kasus meningggal tidak orang tetap sembilan orang hingga Minggu 12 Juli 2020.

"Kasus baru sendiri terdiri dari satu orang Kota Kendari dan satu orang Kabupaten Kolaka. Untuk kasus sembuh semuanya Kota Kendari lima orang," pungkasnya.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar