PHRI : Sembilan hotel di Kendari tutup karena COVID-19

id Phri,hotel di kendari

PHRI : Sembilan hotel di Kendari tutup karena COVID-19

Sekretaris Umum PHRI Sultra Eko Dwisasono (Foto: ANTARA/sarjono)

Kendari (ANTARA) - Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Sulawesi Tenggara menerima surat resmi dari sembilan hotel yang menyatakan tutup akibat pandemi virus corona atau COVID-19.

Sekretaris Umum PHRI Sultra Eko Dwisasono di Kendari, Minggu mengatakan hotel tersebut tutup karena kehilangan pelanggan sejak wabah corona merebak.

"Bukan hanya hotel yang memilih tutup di tengah ancaman wabah corona yang mematikan tetapi juga restoran terpaksa tutup," katanya.

Penerima dampak buruk secara langsung akibat hotel dan restoran tutup adalah para karyawan yang kehilangan pekerjaan dan penghasilan untuk menghidupi keluarga.

Sembilan hotel yang melayangkan surat resmi perihal tutup sementara karena dampak COVID-19 adalah Hotel Davinci, Delta Inn, Imperial, Mayaria, Plaza Kubra, Benua, Pejaten, Guest House Teratai dan Kubra.

"Sebenarnya hotel-hotel yang tutup (sementara) lebih banyak namun yang menyurat resmi baru sembilan hotel tersebut," katanya.
Industri perhotelan di Kota Kendari lesuh karena wabah virus corona (Foto: ANTARA/sarjono)


Seorang tamu Laode M Rasyid mengatakan tamu dan pelayan hotel sama-sama curiga tentang ancaman virus corona.

"Setiap berurusan di Kota Kendari saya selalu menginap di hotel walaupun ada rumah kost anak saya yang kuliah. Tetapi setelah wabah corona saya memilih di kamar kost dengan pemikiran aman dari virus," kata Rasyid, warga Buton Utara.

Sebaliknya pelayan hotel was was menerima tamu karena tidak diketahui aktivitas sebelum masuk, meskipun ada alat tes suhu tubuh.

Pekerja yang menggantungkan harapan sebagai karyawan industri perhotelan di Kendari sekitar 2.000 orang. Sedangkan hotel bintang di Kota Kendari tercatat 30 dan 100 hotel non bintang. Adapun kamar yang tersebar pada 130 unit hotel tersebut sebanyak 3.100 kamar dan 6.000 tempat tidur.



 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar