SAR terus mengupayakan pencarian nelayan hilang di perairan Buton Selatan

id Nelayan Hilang,SAR baubau

SAR terus mengupayakan pencarian nelayan hilang di perairan Buton Selatan

SAR Baubau bersama tim gabungan terus melakukan pencarian nelayan hilang di perairan Buton Selatan. Hingga lima hari pencarian nelayan tersebut belum ditemukan, Selasa (21/1/20). (ANTARA/Harianto)

Kendari (ANTARA) - Pos Search And Rescue Baubau, Sulawesi Tenggara, bersama tim gabungan terus melakukan pencarian nelayan bernama La Ode Samiun (60) yang dilaporkan hilang saat memancing di Perairan Batauga hingga Pulau Siompu, Kabupaten Buton Selatan, pada Jumat (17/1) lalu.

"Sejak pagi tadi sampai saat ini, kami terus melakukan pencarian nelayan hilang itu," kata Koordinator Pos SAR Baubau Hasruddin Ere, saat dibubungi di Kendari, Selasa.

Ia mengungkapkan, dalam pencarian nelayan tersebut, SAR bersama tim gabungan melakukan pencarian masih di wilayah sekitar 3 neutical mile (NM) lokasi kejadian kecelakaan (LKK) korban.

"Luas pencarian 3 NM dari lokasi kejadian kecelakaan, lokasinya yang kami sisir dari Tanjung Masiri sampai Pulau Kadatua," ujarnya.
SAR Baubau bersama tim gabungan terus melakukan pencarian nelayan hilang di perairan Buton Selatan. Hingga lima pencarian nelayan tersebut belum ditemukan. (ANTARA/Harianto)

Upaya pencarian nelayan tersebut merupakan upaya kelima yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan sejak dilaporkan hilang pada Jumat (17/1) lalu.

Baca juga: Bupati Buton Selatan Ikut Serta Pencarian Warganya Yang Hilang Saat Melaut

Saat itu korban pergi memancing pada pagi hari sekitar pukul 08.00 Wita. Korban kemudian dilaporkan hilang oleh keluarganya pada pukul pukul 09.00 Wita. Sejak menerima laporan tersebut tim SAR Baubau menuju lokasi kejadian kecelakaan untuk melakukan pencarian, namun sampai saat ini hasilnya masih nihil.

Unsur yang terlibat dalam pencarian itu, tim pencari dari Pos SAR Baubau, Polsek Batauga, BPBD Buton Selatan, Koramil Batauga, Brimob, Dinas Sosial Buton Selatan, Dinas Kelautan dan Perikanan Busel, Dinas Kominfo Busel, serta Keluarga Korban.

"Sementara alut yang digunakan, yakni RIB Basarnas Kendari, rubber boat Basarnas Kendari, speedboat BPBD Busel dan longboat milik nelayan setempat 24 buah," ujar Hasruddin.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar