Polres Kendari mengamankan puluhan pelajar terlibat tawuran

id tawuran-stm

Polres Kendari mengamankan puluhan pelajar terlibat tawuran

Puluhan pelajar SMKN 2 Kendari menjalani pendataan di Mapolres Kendari, Jumat (6/12). (Foto: ANTARA/Sarjono)

Kendari (ANTARA) - Puluhan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kendari, Sulawesi Tenggara digelandang ke Mapolres Kendari karena diduga terlibat tawuran.

Informasi yang dihimpun , Jumat, tawuran siswa berseragam bukan antarsekolah tetapi antarkelompok siswa di SMKN 2 Kendari.

"Ada-ada saja anak SMKN 2 Kendari. Tawuran biasanya antarsekolah atau antarkampung. Justeru sesama siswa SMKN 2 Kendari yang musuhan, aneh," kata Arif Rahman (21) warga yang sempat menyaksikan peristiwa tersebut.

Kapolres Kendari AKBP Didik Erfianto mengatakan, polisi sigap menindaklanjuti laporan warga masyarakat tentang tawuran siswa.

Personel gabungan dari Polres Kendari dan polsek terdekat membubarkan kerumunan pelajar yang sudah siap-siap saling serang.

Polisi yang bergerak cepat mengamankan 29 siswa dan tiga unit sepeda motor dari lokasi tawuran yang sempat mengganggu arus lalulintas.

"Siswa yang diamankan perlu pembinaan sehingga orang tua dan pihak sekolah diminta kesediaan datang ke Mapolres Kendari. Kepolisian akan memfasilitasi para pihak membuat pernyataan yang mengandung konsekwensi bila melanggar," kata Didik.
Kapolres Kendari AKBP Didik Erfianto (Foto: ANTARA/Sarjono)
Ia menghimbau kaum terpelajar dan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Baca juga: Polisi jaga sejumlah sekolah cegah tawuran antarsiswa

Sementara KSPK Polres Kendari, Ipda Agus Salim mengatakan, tawuran bermula dari pelajar terkena percikan air yang tidak sengaja diinjak oleh pelajar lainnya.

"Hanya persoalan sepele, menginjak air mineral, terkena percikan kemudian dari ego masing-masing sampai permasalahan berlanjut," kata Agus.

Tawuran yang bermotif dendam antarsiswa SMKN 2 Kendari pecah pada Jumat (6/12) di sekitar SMKN 2 yang diwarnai saling lempar batu.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar