Polisi jaga sejumlah sekolah cegah tawuran antarsiswa

id tawuran

ilustrasi

Kendari (Antaranews Sultra) - Sejumlah aparat kepolisian dari Polresta Kendari, Sulawesi Tenggara disiagakan di pintu-pintu masuk pada sejumlah sekolah guna mencegah terulangnya aksi tawuran antarpelajar yang berlangsung Jumat (7/9) di kota tersebut.

Aparat Polres Kendari dan Polisi Pamong Praja Kendara, Senin, antara lain menjaga SMK Negeri I,?SMK Negeri 2 Kendari dan SMU Negeri 4 Kendari dalam jumlah yang terbatas.

Salah seorang perwira pertama dari Polres Kendari berpangkat Inspektur Satu mengatakan, pengawasan dan pengamanan yang diturunkan di sejumlah sekolah itu dalam rangka mengantisipasi aksi tawuran antarsekolah karena mereka mengancam akan kembali turun aksi.

"Makanya sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan antarsekolah, makanya kami belasan orang ditugaskan untuk berjaga-jaga di setiap sekolah yang melakukan aksi tawuran beberapa hari lalu," kata Brigadir Erwin.

Akibat aksi tawuran antarsekolah itu sejumlah SMK dan SMU terpaksa meliburkan siswanya untuk tidak masuk sekolah, Senin.

Diantara sekolah yang meliburkan siswanya yakni SMU Negeri 4 Kendari, SMK Negeri I, SMK Negeri II, dan SMK Negeri III Kendari dan SMU Negeri I Kendari.

Kepala SMK Negeri I Kendari Ali Kao mengatakan libur itu dilakukan dalam rangka mencegah tawuran siswa antarsekolah.

Tawuran siswa antarsekolah di Kota Kendari yang terjadi pekan lalu diduga dipicu sekelompok siswa menggelar konvoi sepeda motor hingga melempari sejumlah sekolah.

Aksi tersebut memancing siswa sekolah sasaran lemparan untuk melakukan aksi balasan, namun aparat Kepolisian sigap mengendalikan situasi.

Akibatnya, puluhan siswa dari berbagai sekolah yang diduga terlibat tawuran diamankan di Mapolres Kendari untuk dimintai informasi dan membuat pernyataan tidak melakukan tawuran lagi.

Kepolisian juga mengamankan puluhan unit sepeda motor yang ditinggalkan siswa saat menghindari tangkapan polisi. Kendaraan milik siswa itu kini di amankan di halaman Polresta Kendari.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar