Nahkoda bersenjata api rakitan ditangkap Satpolair

id satpolair polres bangka barat,senjata api rakitan,polres bangka barat,bangka barat hebat

Nahkoda bersenjata api rakitan ditangkap Satpolair

barang bukti berupa senjata api rakitan dan peluru aktif berhasil diamankan personel Satpolair Polres Bangka Barat dari seorang nakoda kapal di Selat Bangka. (babel.antaranews.com/ Donatus DP)

Mentok, Babel (ANTARA) - Personel Satuan Polisi Perairan Polres Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menangkap seorang nahkoda kapal yang memiliki senjata api rakitan dan 15 butir peluru aktif.

"Pelaku ditangkap di perairan Selat Bangka karena membawa atau memiliki senjata api rakitan jenis pistol," kata Kapolres Bangka Barat AKBP Muhammad Adenan melalui Kepala Satpolair Iptu Ferry Gunadi di Mentok, Sabtu.

Penangkapan terhadap pelaku berawal dari kegiatan penertiban dan penegakan hukum oleh para personel Satpolair Polres Bangka Barat bersama para anggota kapal patroli KP.2701 terhadap beberapa kapal yang berada di perairan tersebut, pada Jumat (18/10).

Saat itu, tim gabungan memeriksa Kapal TB. Aquarius III dan mencurigai gerak-gerik nakoda kapal nelayan tersebut.

"Personel langsung mengamankan nakoda tersebut dan melakukan penggeledahan di dalam kapal yang dikemudikannya," katanya.

Dalam penggeledahan itu ditemukan satu buah senjata api rakitan jenis pistol, 15 peluru aktif ukuran 5,56 dan empat buah selongsong peluru.

Barang bukti tersebut ditemukan polisi di dalam laci meja yang terletak di dalam salah satu kamar kapal tersebut.

Saat ditanyakan kepemilikan barang bukti tersebut, pelaku mengakui senjata tersebut miliknya dan sengaja disimpan dalam lemari pakaian.

Pelaku berinisial Ab (37) merupakan nakoda kapal TB Aquarius III yang beralamat di Kelurahan Kenali Besar, Alam Berajo, Jambi.

"Berdasarkan informasi dari pelaku, senjata rakitan itu dibeli dari seseorang yang beralamat di Mesuji, Sumatera Selatan, saat ini pelaku meringkuk di ruang tahanan Mapolres Bangka Barat guna penyidikan lebih lanjut dan barang bukti disita," katanya. 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar