Rupiah melemah, Kurs diperkirakan masih diatas Rp14.000

id rupiah melemah,persekonomian,kurs

Rupiah melemah, Kurs diperkirakan masih diatas Rp14.000

Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dollar Amerika Serikat (AS) di Valuta Inti Prima, Jakarta, Selasa (27/11/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih melemah 0,14% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya di perdagangan pasar spot hari ini. Namun dolar AS masih mampu ditahan di bawah Rp 14.500. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA) (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA/)

Kendari (ANTARA) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan ini, diperkirakan masih melemah di atas Rp14.000 per dolar AS.

Pada pukul 10.00 WIB, rupiah bergerak melemah 4 poin atau 0,03 persen menjadi Rp14.013 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.009 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Senin, mengatakan indeks dolar diperkirakan menguat terhadap hampir semua mata uang utama lainnya.

Penguatan dolar ditopang oleh data pertumbuhan ekonomi AS di triwulan kedua 2019 sebesar 2,1 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan konsensus sebesar 1,8 persen (yoy).

Baca juga: Perekonomian global diperkirakan melambat, Rupiah diprediksi melemah

"Pertumbuhan ekonomi AS yang relatif tinggi tersebut mendorong para pelaku pasar untuk kalkulasi ulang seberapa besar pemotongan tingkat suku bunga yang akan dilakukan oleh The Fed tahun ini seiring masih cukup kuatnya ekonomi AS," ujar Ahmad.

Ahmad memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak melemah di kisaran Rp14.000 per dolar AS sampai Rp14.010 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.010 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.001 per dolar AS.

Baca juga: Ekonomi Indonesia tetap positif di tengah ketidakpastian global
Baca juga: DPRD sebut aksi begal karena alasan ekonomi
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar