Facebook kosongkan empat gedung karena gas racun saraf

id facebook,gas racun saraf

Facebook kosongkan empat gedung karena gas racun saraf

Ilustrasi - stiker logo Facebook di tampilkan di konferensi developer F8 Facebook Inc di San Jose, California, Amerika Serikat, 30 April, 2019. REUTERS/Stephen Lam/File Photo (reuters.com)

San Francisco (ANTARA) - Facebook Inc mengosongkan empat gedung dan dua orang diperiksa untuk mengetahui kemungkinan terpapar gas saraf, sarin, pada Senin (1/7). 

Langkah itu diambil setelah satu paket di instalasi utama perusahaan media sosial itu di Silicon Valley diperiksa dan positif mengandung zat beracun itu.

Orang yang bersentuhan dengan paket mencurigakan tersebut sekitar pukul 11.00 waktu setempat (Selasa, 01.00 WIB) tidak memperlihatkan gejala terpapar gas sarin, kata Jon Johnston, komandan regu pemadam untuk Kota Menlo Park, California, tempat Facebook berpusat.

"Instalasi (Facebook) memeriksa semua paket yang datang dan hasil semuanya positif, jadi mereka menjalankan protokol standar mereka. Sekarang kami cuma menunggu untuk mengabsahkan apakah itu benar atau tidak," kata Johnston.

Petugas pemadam kebakaran sedang bersiap memasuki instalasi Facebook sekitar pukul 18.00 waktu setempat untuk memeriksa semua paket, kata Johnston.

Juru Bicara Facebook Anthony Harrison mengatakan perusahaan itu mengosongkan empat gedung setelah pemeriksaan positif. Facebook juga bekerja sama dengan polisi dalam penyelidikan.

"Pemerintah belum mengidentifikasi zat yang ditemukan. Setakat ini, tiga orang yang diungsikan dari gedung telah dinyatakan bersih," kata Harrison.

Baca juga: Facebook akan bentuk dewan pengawas konten

Petugas dari Kantor Biro Penyelidikan Federal San Francisco mendatangi lokasi, kata seorang juru bicara lembaga tersebut.

Sarin, zat beracun yang mengganggu sistem saraf, telah digunakan sebagai bahan kimia. Terpajan zat itu dapat menjadi fatal.

Baca juga: Facebook Indonesia hadirkan ruang pegiat teknologi
Baca juga: Facebook akan luncurkan mata uang kripto pada 2020
Baca juga: Ratusan juta data pengguna Facebook terekspos

 
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar