Menperin sebut Indonesia punya peluang di tengah perang dagang

id Perang dagang,banjir,rupiah,dolar,euro,china

U.S. and Chinese flags are seen in front of a U.S. dollar banknote featuring American founding father Benjamin Franklin and a China's yuan banknote featuring late Chinese chairman Mao Zedong in this illustration picture taken May 20, 2019. REUTERS/Jason Lee/Illustration (REUTERS/JASON LEE)

Kendari (ANTARA) - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut bahwa Indonesia memiliki peluang di tengah perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan China.

"Perang dagang bagi Indonesia tidak ada yang diuntungkan, tapi kita punya peluang bahwa orang melihat negara yang dianggap punya zona aman. Nah, zona aman selama 20 tahun itu ASEAN," kata Menperin di Jakarta, Rabu.

Menurut Airlangga, Indonesia menjadi salah satu negara di ASEAN dengan demokrasi yang cukup solid, sehingga menjadi salah satu negara yang menarik untuk investasi.

Selain itu, lanjut Airlangga, Indonesia juga dipandang sebagai salah satu negara yang mengembangkan ekonomi digital, di mana hal tersebut menjadi salah satu fokus di dunia.

"Soal digital ekonomi, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ke depan digitalisasi sangat kuat dan mereka melihat Asia Tenggara terutama Indonesia menjadi ground untuk digital ekonomi," ungkap Airlangga.

Ketua Umum Partai Golongan Karya tersebut menambahkan, Indonesia menjadi salah satu tujuan investasi asal China sebagai dampak perang dagang untuk beberapa sektor industri, meskipun harus bersaing dengan Thailand dan Vietnam

"Itu kan mereka memilah-milah, kalau sektornya lebih ke hilir, kalau strukturnya lebih ke bahan baku itu mereka ke sini. Indonesia pasti akan menarik investasi berbasis elektronika, garmen, alas kaku, kemudian makanan dan minuman," ujar Airlangga.
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar