Turun, harga lada di Kolaka

id lada

arsip - Petani memperlihatkan biji lada yang sudah dipanen di Desa Batu Pannu, Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (14/12/2018). Harga lada di tingkat petani turun dari harga Rp120 ribu per kg menjadi Rp 50 ribu per kg karena menurunnya kualitas produksi akibat memasuki musim penghujan, hama dan permainan harga pada tingkat pengepul. ANTARA FOTO/Akbar Tado

Kolaka (ANTARA) - Harga komuditas perkebunan khususnya lada di Kabupaten Kolaka,Sulawesi Tenggara mengalami penurunan hingga mencapai Rp30.000 atau Rp40.000 per kilogram.

Salah satu petani Lada di Kolaka,Jufri yang ditemui mengatakan, Senin, mengatakan, tahun ini harga komoditas perkebunan seperti Lada harganya sangat turun tidak sama tahun lalu yang mencapai Rp120.000 per kilogram.

" Tahun ini harga lada ditingkat petani hanya Rp30.000 sampai Rp40.000 perkilonya," katanya.

Sementara Sekretaris Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolaka,Muhammad Darwis yang dikonfirmasi membenarkan turunnya harga Lada di tingkat petani sangat berpengaruh kepada kesejahteraan petani.

Menurutnya turunnya harga lada diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi melanda wilayah Kabupaten Kolaka sehingga berdampak kepada hasil panen merica yang tidak memenuhi standar.

" Tahun ini memang harga Merica sangat turun mungkin di akibatkan kondisi cuaca," katanya.

Namun kata dia pihaknya tetap optimis harga komoditas perkebunan khususnya Lada bisa kembali tinggi tahun ini karena curah hujan yang sudah mulai berkurang melanda wilayah Kabupaten Kolaka.

 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar