Waspada, Dinkes Sultra temukan 462 kasus DBD

id Dbd

Ilustrasi. (Foto ANTARA)

Kendari (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Tenggara (Sultra), mengimbau warga mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti di daerah itu.

"Periode Januari-Februari 2019, kita sudah menemukan 462 kasus DBD yang tersebar diseluruh kabupaten kota," kata Kepala Dinkes Sultra, dr Suhudin Kasim, di Kendari, Senin.

Dikatakan, demam berdarah dengue terjadi seiring munculnya genangan air di saat musim penghujan atau peralihan. 

"Dari data yang ada, jumlah kasus DBD terbanyak yaitu di Kota Kendari terdapat 145 kasus, kemudian Kabupaten Kolaka terdapat 74 kasus, Konawe Selatan terdapat 52 kasus, Konawe dan Kolaka Timur sebanyak 23 kasus, selebihnya di kabupaten kota lainnya," katanya.
 
Menurut Zuhuddin, dari kasus deman berdarah dengue tersebut sudah ada pasien yang sampai meninggal dunia satu orang yaitu di Kabupaten Muna. 

Langkah antisipatif yang dilakukan Dinkes Sultra kata Zuhuddin, melakukan koordinasi dan gerakan kesiapsiagaan pada dinkes kabupaten/kota.

"Yakni intens melakukan pengasapan di pemukiman warga serta mendistribusikan abate yaitu zat yang disimpan dalam wadah air dan mendisteibusikan kelambu anti nyamuk," katanya.

Dijelaskan, virus dengue biasanya menginfeksi nyamuk Aedes betina saat menghisap darah dari seseorang yang sedang dalam fase demam akut (viraemia), yaitu dua hari sebelum panas sampai lima hari setelah demam timbul.

Nyamuk menjadi infektif di hari ke delapan sampai ke-12 sesudah menghisap darah penderita yang sedang viremia dan tetap infektif selama hidupnya.

Setelah melalui periode inkubasi ekstrinsik tersebut, kelenjar ludah nyamuk bersangkutan akan terinfeksi dan virusnya akan ditularkan ketika nyamuk tersebut menggigit dan mengeluarkan cairan ludahnya ke dalam luka gigitan ke tubuh orang lain.

DBD akan menyerang pembuluh darah yang menyebabkan indikator trombosit turun drastis, kasus meninggalnya seseorang karena mengalami shock pembuluh darah.

"Penting kita memutuskan rantai penularan mulai nyamuk pradewasa sampai nyamuk dewasa. Langkahnya dengan 3M plus yakni menutup semua tampungan air atau sumber air, menguras bak mandi, dan mendaur ulang barang bekas. Jangan sampai ada genangan air di lingkungan tempat tinggal kita," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar