Muhaimin: Jokowi-Ma`ruf pemersatu umat Islam

id jokowi-islam

Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) dan Ma'ruf Amin (tengah) didampingi ketua umum dan sekjen partai pengusung memberikan keterangan pers usai mendaftarkan diri di gedung KPU, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang diusung sembilan partai politik secara resmi mendaftar di KPU sebagai bakal calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024. ((ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc/18))

"Strategi kita persatuan umat Islam, persatuan seluruh rakyat bangsa. Tidak ada lagi pembelahan. Hari ini kita tahu pembelahan yang terjadi, insyaAllah Jokowi-KH Ma`ruf Amin akan jadi pemersatu."
 
Jakarta (Antaranews Sultra) - Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menilai pasangan bakal capres-cawapres Joko Widodo dan Ma`ruf Amin akan menjadi pemersatu umat Islam dan mengatasi adanya pembelahan dalam umat Islam.

"Strategi kita persatuan umat Islam, persatuan seluruh rakyat bangsa. Tidak ada lagi pembelahan. Hari ini kita tahu pembelahan yang terjadi, insyaAllah Jokowi-KH Ma`ruf Amin akan jadi pemersatu," ucap Cak Imin di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat.

Cak Imin menyebut KH Ma`ruf Amin merupakan tokoh yang diidolakan seluruh kalangan, bukan hanya nahdliyin NU, tetapi seluruh umat Islam di Indonesia.

Menurut dia, Ma`ruf Amin juga memiliki catatan sebagai ulama yang selalu menjaga kebhinekaan.

Program revolusi mental unggulan Jokowi dinilainya akan berjalan lebih maksimal dengan dukungan Ma`ruf Amin sebagai bakal cawapresnya.

Solusi dan konsentrasi pembangunan sumber daya manusia serta karakter melalui revolusi mental dikatakannya akan dihadirkan pasangan tersebut selama periode 2019-2024.

"Karakter, mental, akhlak dan tentu mental bangsa supaya lebih bersatu, solid, bahu membahu. Ma`ruf Amin adalah penopang untuk memberi ruang kepada Pak Jokowi bekerja lebih giat dan keras lagi," kata Cak Imin yang sebelumnya berkeinginan menjadi cawapres Jokowi.

Joko Widodo dan Ma`ruf Amin telah mendatangi kantor KPU untuk mendaftar sebagai pasangan capres-cawapres dan dokumen-dokumennya telah diterima KPU.

Saat mendaftar, pasangan tersebut didampingi ketua umum dan sekjen dari sembilan partai yang mengusungnya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar