Kendari (Antara News) - Dua investor yang akan mendirikan industri gula di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra) kini tengah melakukan kegiatan investasinya berupa inventarisasi lahan dan pembibitan pada areal perkebunan tebu di wilayah tersebut.
"Dua perusahaan itu yakni PT Kilau Indah Cemerlang dan PT Marketing Selaras, terus menunjukan progres untuk berinvestasi di Konawe Selatan. Ini terlihat dari aktivitas mereka di lapangan atau di lahan konsesi masing-masing," kata Kadis Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Bambang di Kendari, Selasa.
Ia mengatakan, dukungan pemerintah dan masyrakat terhadap dua perusahaan yang akan berinvestasi ratusan miliar rupiah itu harus didukung, sebab akan memberi keuntungan bagi daerah terutama menyangkut lapangan kerja.
Kedua perusahaan tersebut tidak hanya mengembangkan perkebunan tebu tetapi juga sekaligus membangun industrinya atau pabrik gula.
"Setelah pabrik dibangun, kami dari pemerintah akan berperan dalam pengembangan plasma, penyuluhan dan pembinaan serta program pembiayaan untuk peningkatan produksi tebu masyarakat," katanya.
Warga masyarakat kata Bambang, hanya perlu bersabar, karena setelah tahapan produksi berjalan maka bantuan pemerintah akan segera turun, sehingga mau tidak mau akan berdampak positif bagi masyarakat Konawe Selatan pada khususnya dan Sultra pada umumnya.
Terkait masalah luas lahan yang akan digarap dua investor itu, Bambang mengatakan untuk PT Marketindo Selaras memiliki izin lokasi 10.000 hektare sedangkan targetnya minimal 15.000 hektare.
Sedangkan PT Kilau Indah Cemerlang sudah mengantongi izin dengan luas lahan 26.300 hektare dan sudah melakukan berbagai persiapan dan pekerjaan awal.
"Kegiatan yang sudah dilakukan kedua perusahaan itu adalah inventarisasi lahan, pembibitan, pembebasan lahan atau ganti rugi lahan dan lain sebagainya," ujar Bambang.

