Kendari, (Antara News) - AsosiasI Sail dan Wisata Indonesia (Aswindo), salah satu operator wisata layar (sail), berhasil menyakinkan 152 pemilik kapal layar mewah atau "yacth" menjadi peserta "Sail Komodo 2013".
"Pemilik yacth yang berhasil diyakinkan Aswindo itu berasal dari 22 negara," kata Hugua, Ketua Aswindo, melalui telepon dari Jakarta, Jumat.
Pada 24 September 2013, kata dia, ada 20 yacht asal negara Inggris yang akan memmasuki Pulau Komodo. Setelah melakukan konvoi, kapal-kapal mewah tersebut akan singgah di Wakatobi, Buton dan Bombana," katanya.
"Dari Pulau Komodo, konvoi kapal-kapal pesiar mewah asal Inggris itu akan melanjutkan perjalanan ke Bali, lalu menuju Darwin, Australia," katanya.
Menurut Hugua, peyambutan peserta Sail Komodo 2013 oleh masyarakat di setiap rute yang dilewati para turis mancanegara tersebut dinilai mencapai sukses luar biasa karena berhasil merebut hati para peserta sail.
"Sebagai Ketua Aswindo, saya menyampai penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tinggi kepada pemerintah dan masyarakat di sejumlah kabupaten persinggahan peserta sail yang sukses menyambut para peserta Sail Komodo di daerah masing-masing," katanya.
Ketua Aswindo, Hugua yang juga menjabat Bupati Wakatobi menyatakan, para bupati di wilayah persinggahan para peserta Sail Kmodo seperti bupati Buton, Syamsu Umar Samiun bersama masyarakatnya, telah berhasil mengangkat budaya Buton ke mata turis mancanegara, terutama peserta Sail Indonesia yang datang dari berbagai negara.
Diharapkan sukses tersebut ke depan Pemerintah dan masyarakat Buton termasuk kabupaten lain di Indonesia dapat mengambil peran penting dalam penyelenggaraan kegiatan Sail Indonesia yang diikuti konvoi kapal-kapal layar mewah dari berbagai negara, ujarnya.
"Ketika budaya masyarakat sudah menjadi daya tarik para turis mancanegara, maka perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakat akan segera membaik, karena para turis akan kembali datang ke daerah tersebut menikmati berbagai atraksi budaya masyarakat," katanya.
Puncak acara Sail Komodo 2013 secara resmi dibuka Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada 14 September 2013.

