Kolaka (ANTARA News) - warga dari berbagai wilayah "menyerbu" lokasi penemuan sejenis logam emas di Desa Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka.
Pantauan ANTARA di lokasi tersebut, Kamis, warga yang datang secara berkelompok ke lokasi tersebut dengan membawa peralatan manual antara lain wajan dan sekopang untuk mendulang emas di kawasan sungai Sopura di desa itu.
Mansyur (52), warga Desa Oko-Oko yang merupakan orang pertama yang menemukan lokasi pendulangan emas itu, menyampaikan kronologis penemuan lokasi itu melalui mimpi bahwa dirinya bertemu dengan seseorang dan menyuruh untuk mencoba mencari emas di sungai tersebut.
"Mimpi saya ini sebenarnya terjadi saat bulan Ramadhan lalu dan ketika itu saya mencoba untuk menuruti apa yang ada dalam mimpi itu, dan hasilnya memang ada," kata Mansyur.
Mansyur juga menjelaskan, di wilayah tempat ditemukannya lokasi emas ini, awalnya hanya segelintir orang yang mengetahui, namun saat ini sudah banyak orang yang datang untuk mencoba keberuntungan dengan mendulang emas di lokasi ini.
"Selama dua hari terakhir ini saya mendulang telah mendapatkan sebanyak 2,5 gram emas berupa serbuk dan biji seperti beras," ujarnya.
Ia tidak menyebutkan, berapa hasil dulangan emas yang diperoleh sejak pertama ia menggarap tambang emas itu, kecuali ia mengatakan, hasil dulangan emasnya yang dijual kepada pedagang pembeli emas seharga Rp420 ribu per gramnya.
"Emas yang diperoleh itu juga biasa masih seperti serbuk, namun kadang ada juga sebesar biji gula pasir," ujar Mansyur.
Sementara Sudin, warga asal Desa Peosuha, Pomalaa, yang ditemui di lokasi itu, mengatakan, dirinya baru mulai mendulang emas karena mengetahui dari warga bahwa ada tambang emas di lokasi itu.
"Kami mencoba memcari keberuntungan dengan mendulang emas di lokasi ini karena sudah melihat beberapa orang teman kami mendapatkan sedikit serbuk emas," kata Sudin.
Pantauan di lapangan tampak di sepanjang Sungai Sopura itu dipenuhi tenda terpal dan warga sedang mendulang emas secara tradisional dengan menggunakan alat wajan untuk menyortir tanah pasir yang diduga terkandung emas itu.
"Sebagian warga yang datang mendulang emas di lokasi ini berasal dari daerah lain di antaranya dari Kabupaten Bombana," kata Amin, warga lainnya yang ditemui di lokasi itu.
Amin juga mengatakan, tidak semua warga yang mendulang itu mendapatkan hasil emas, dan beberapa pendulang juga pulang dengan tangan hampa.
"Mendulang emas seperti ini, apalagi dilakukan di tepi sungai harus penuh kesabaran," kata Amin, yang di daerah asalnya di Bombana, juga merupakan salah satu lokasi tambang emas yang pernah "diserbu" masyarakat dari berbagai wilayah di Indonesia. (Ant).

