Jakarta (ANTARA) - Ganda putri Indonesia Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti menjaga asa untuk menembus persaingan papan atas dunia setelah kembali menumbangkan pasangan peringkat tiga dunia asal Korea Selatan Lee So Hee/Baek Ha Na pada babak pertama BWF World Tour Super 1000 Polytron Indonesia Open 2026.
Bertanding di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu, Tiwi/Fadia menang melalui pertarungan tiga gim 21-13, 17-21, 21-14. Kemenangan itu menjadi hasil penting karena mereka untuk kedua kalinya secara beruntun mampu mengatasi Lee/Baek, setelah sebelumnya juga menang pada Kejuaraan Asia 2026 dengan skor 21-16, 21-17.
“Pertandingan ini pastinya tidak mudah, cukup tough juga karena ini pertemuan ketiga kami dan kami ada modal menang di pertemuan sebelumnya. Jadi kunci kemenangan kami adalah komunikasi dan saling percaya,” kata Fadia usai pertandingan.
Kemenangan Tiwi/Fadia tidak datang dengan mudah. Setelah membuka pertandingan dengan cukup meyakinkan pada gim pertama, mereka kehilangan momentum pada gim kedua. Lee/Baek yang mulai menemukan pola permainan mampu memaksa laga berlanjut ke gim penentuan.
Situasi sempat makin sulit bagi Tiwi/Fadia ketika tertinggal 4-9 pada gim ketiga. Dalam kondisi tersebut, keduanya berusaha tetap tenang dan tidak terbawa tekanan. Arahan dari tim pelatih, Karel Mainaky dan Nitya Krishinda Maheswari, menjadi salah satu pegangan mereka untuk kembali masuk ke dalam permainan.
Tiwi/Fadia kemudian perlahan mengejar ketertinggalan hingga menyamakan kedudukan menjadi 9-9. Momentum itu tidak mereka lepaskan. Setelah menemukan ritme, pasangan Indonesia tersebut berbalik unggul jauh 16-10 dan menjaga kendali permainan hingga memastikan kemenangan 21-14.
“Walaupun tadi di gim ketiga kami sudah ketinggalan, tapi kami tidak menyerah. Kami cari cara bagaimana untuk mengambil kembali poin dan fokus untuk poin berikut-berikutnya,” ujar Tiwi.
Fadia mengakui pada awal gim penentuan mereka sempat terburu-buru. Beban karena pernah menang atas Lee/Baek pada pertemuan sebelumnya juga sempat terasa. Namun komunikasi di lapangan dan kepercayaan satu sama lain membantu mereka keluar dari tekanan.
“Tadi di gim ketiga kami sempat ketinggalan, mungkin karena kami terlalu terburu-buru. Mungkin ada beban juga karena sebelumnya kami menang. Cuma pelatih komunikasi untuk tetap percaya diri saja dan akhirnya kami bisa menang,” kata Fadia.
Dukungan penonton Istora juga memberi tambahan tenaga bagi Tiwi/Fadia. Saat keduanya tertinggal, sorakan publik tuan rumah tetap terdengar dan membuat mereka mampu menjaga semangat di poin-poin krusial.
“Penonton sangat luar biasa. Tadi kami sempat ketinggalan tapi penonton tetap support kami, tetap berisik juga. Jadi itu modal juga buat kami untuk tetap semangat terus,” ujar Fadia.
Kemenangan atas Lee/Baek menjadi sinyal positif bagi Fadia/Tiwi yang saat ini menempati peringkat 29 dunia. Mereka tidak hanya ingin membuat kejutan sesaat, tetapi juga berharap dapat konsisten meraih hasil baik untuk memperbaiki peringkat dan mendekati jajaran ganda putri elite.
“Targetnya secepatnya kami ada di top level, bersaing bersama Lee/Baek, Liu Sheng Shu/Tan Ning, dan pasangan-pasangan elite lainnya,” kata Fadia.
Pada babak kedua, Tiwi/Fadia akan menghadapi pasangan Hong Kong Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam. Kedua pasangan tersebut tercatat belum pernah bertemu sebelumnya.
Sementara itu nasib berbeda dialami ganda putri lainnya Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu harus terhenti di awal setelah kalah dari wakil Jepang unggulan kelima Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto dengan skor 18-21, 19-21.