Logo Header Antaranews Sultra

Kendari gelar gerakan pangan murah guna jaga stabilitas harga jelang Idul Adha

Rabu, 20 Mei 2026 19:33 WIB
Image Print
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran usai membuka Gerakan Pangan Murah untuk menjaga kebutuhan pokok pangan masyarakat jelang Perayaan Idul Adha. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra/La Ode Ari)

Kendari (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menekan potensi kenaikan harga sejumlah komoditas pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran saat ditemui di Kendari, Rabu, menyampaikan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan pangan pokok tetap terpenuhi menjelang hari besar keagamaan.

"Gerakan Pangan Murah ini dijadwalkan berlangsung mulai 20 hingga 24 Mei 2026, dan berpotensi diperpanjang jangkauannya dengan melihat dinamika kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan," kata Siska usai membuka pelaksanaan GPM di Kendari.

Dia menyebutkan bahwa berdasarkan laporan Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, saat ini mulai terjadi tren kenaikan harga pada beberapa komoditas, di antaranya bawang merah, telur ayam, wortel, dan minyak goreng.

"Jika nanti kenaikan harga ini dinilai mulai memberatkan masyarakat, kami siap melakukan intervensi melalui subsidi. Namun, sampai hari ini kondisinya terpantau masih relatif aman," ujar Siska.

Ia menambahkan, upaya penstabilan harga ini juga berjalan beriringan dengan program bantuan pangan dari pemerintah pusat. Sejak Januari hingga Mei 2026, Pemkot Kendari mencatat telah menyalurkan bantuan pangan kepada 27 ribu kepala keluarga (KK) untuk menjaga laju inflasi daerah.

"Saat ini, angka inflasi di Kota Kendari berada di posisi 2,38 persen, atau lebih rendah dibandingkan inflasi tingkat provinsi sebesar 2,98 persen dan inflasi nasional yang berada di angka 2,43 persen," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari Abdul Rauf memaparkan bahwa sepanjang koridor Januari hingga Mei 2026, pihaknya telah rutin menggelar pasar murah tersebut sebanyak kurang lebih 70 kali di berbagai titik lokasi strategis.

"Pelaksanaan GPM kali ini tidak hanya sekadar menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat, tetapi juga dirangkaikan dengan pelibatan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner lokal," ucap Abdul Rauf.

Selain melalui GPM, pemenuhan kebutuhan pokok warga juga terus didorong melalui penyaluran bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Termasuk di antaranya penyaluran bantuan pangan kepada 1.339 KK terdampak banjir, serta penyaluran bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina senilai Rp250 juta bagi 1.000 keluarga di Kecamatan Kendari.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026