Logo Header Antaranews Sultra

Presiden Prabowo akan paparkan capaian pemerintah jelang HUT RI ke-81

Rabu, 20 Mei 2026 14:19 WIB
Image Print
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/app/kye/aa.)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto berjanji akan kembali hadir di mimbar Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada 16 Agustus mendatang untuk menyampaikan laporan komprehensif mengenai berbagai capaian dan kemajuan kinerja pemerintah menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI.

"Pemerintah yang saya pimpin bertekad untuk kembali di mimbar ini bulan Agustus yang akan datang untuk menyampaikan laporan kemajuan-kemajuan yang telah berhasil menjelang kemerdekaan negara kita yang ke-81 tahun," kata Presiden dalam pidatonya di hadapan Sidang Paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu.

Agenda penyampaian laporan kemajuan pada Agustus tersebut secara ketatanegaraan bertepatan dengan momentum pidato kenegaraan serta penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) yang rutin digelar setiap 16 Agustus.

Dalam proyeksi laporan kinerja tersebut, sektor penguatan ekonomi kerakyatan melalui jaringan koperasi nasional dipastikan menjadi salah satu indikator utama capaian yang akan dipaparkan pemerintah.

Saat ini, pemerintah mencatat sebanyak 1.061 unit Koperasi Merah Putih telah beroperasi secara nasional sebagai fondasi awal dari penataan ulang sistem logistik berbasis kerakyatan.

Pemerintah menargetkan lompatan ekspansi kuantitatif yang masif dengan mengoperasikan minimal 20.000 unit koperasi pada Agustus, dan memproyeksikannya menembus angka di atas 60.000 unit koperasi pada akhir tahun.

Presiden menegaskan bahwa jaringan koperasi ini akan berfungsi sebagai rantai pasok pertama di Indonesia yang dikuasai langsung oleh pemerintah guna mengontrol stabilitas logistik serta mendorong kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.

Melalui integrasi koperasi di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten, kata Presiden, perputaran modal senilai ratusan triliun rupiah yang selama ini cenderung mengalir ke luar negeri diproyeksikan akan berbalik dan menetap di dalam negeri.

Selain sektor koperasi, laporan kemajuan pada Agustus mendatang juga akan menyoroti langkah-langkah akselerasi yang diambil pemerintah dalam mengatasi risiko krisis energi global melalui program hilirisasi domestik.

Pemerintah saat ini tengah mempercepat lini produksi bahan bakar biosolar yang memanfaatkan komoditas minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO), sembari mematangkan kajian teknis untuk konversi kelapa sawit menjadi bahan bakar bensin.

Strategi diversifikasi energi nasional tersebut juga diperluas melalui rencana pemrosesan batu bara menjadi solar dan gas, serta pemanfaatan limbah pertanian seperti batang jagung untuk memproduksi energi memasak berbiaya murah bagi masyarakat.

Sementara itu, pada kluster infrastruktur ketenagalistrikan, pemerintah mengandalkan proyek percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan target kapasitas mencapai 100 gigawatt (GW) dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.



Pewarta :
Editor: Faidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026