Logo Header Antaranews Sultra

Ditjenpas Sultra gelar bazar karya warga binaan di CFD Kendari

Minggu, 12 April 2026 13:39 WIB
Image Print
Kepala Kanwil Ditjenpas Sultra (kanan) saat mengunjungi bazar karya narapidana di Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (12/4/2026). ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra

Kendari (ANTARA) - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar bazar UMKM yang menampilkan karya narapidana atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) di area car free day (CFD) eks MTQ Kendari.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sultra Sukardi saat ditemui di Kendari, Minggu, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan sarana untuk menunjukkan hasil pembinaan kemandirian yang dilakukan di dalam Lapas maupun Rutan kepada publik, dalam rangka peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62.

“Melalui bazar ini, kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan memiliki potensi dan keterampilan yang dapat dikembangkan. Hasil karya mereka tidak kalah berkualitas dan layak bersaing di pasaran,” ujar Sulardi.

Sulardi mengungkapkan berbagai produk unggulan dipamerkan dalam bazar tersebut, mulai dari kerajinan tangan, produk kuliner, hingga hasil perkebunan seperti kangkung, selada, dan seledri. Hasil bumi tersebut menjadi bukti nyata program ketahanan pangan yang dikelola oleh para warga binaan.

"Selain pameran produk, para pengunjung CFD juga dihibur oleh penampilan Jeruji Band, grup musik yang seluruh personelnya merupakan warga binaan dari Rutan Kendari," ujarnya.

Tidak hanya sektor kreatif, Ditjenpas Sultra juga menyediakan posko layanan kesehatan gratis. Masyarakat dapat melakukan pemeriksaan tekanan darah, konsultasi dengan tenaga medis, serta mendapatkan edukasi mengenai pola hidup sehat secara cuma-cuma.

Panitia pelaksana sekaligus Kabid Pembinaan dan Pelayanan, Wiwid Ferianto menambahkan bahwa kegiatan ini mengedepankan semangat pemasyarakatan yang humanis dan bermanfaat langsung bagi masyarakat luas.

“Kami ingin memberikan manfaat nyata. Tidak hanya fokus pada pembinaan internal, tetapi juga berkontribusi positif bagi warga sekitar melalui layanan kesehatan dan penyediaan produk berkualitas,” kata Wiwid.

Seorang pengunjung, Angel, mengapresiasi inisiatif tersebut, karena dapat mengubah stigma masyarakat terhadap warga binaan. Menurutnya, karya-karya yang dipamerkan menunjukkan sisi produktif dari para penghuni Lapas dan Rutan.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini berjalan dengan tertib dan aman, sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara instansi pemasyarakatan dengan masyarakat Sulawesi Tenggara



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026