Logo Header Antaranews Sultra

KLH: Reklamasi PT Vale contoh 'Best Practice' pengelolaan tambang berkelanjutan

Minggu, 23 November 2025 18:36 WIB
Image Print
Deputi Bidang Tata Lingkungan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI Sigit Reliantoro saat mengunjungi wilayah operasi PT Vale di Sorowako, Sulsel. (ANTARA/HO-PT Vale)

Kendari (ANTARA) - Deputi Bidang Tata Lingkungan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI Sigit Reliantoro menyebut bahwa reklamasi yang dilakukan oleh PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menjadi contoh 'Best Practice' dalam pengelolaan tambang berkelanjutan.

Hal itu disampaikan saat Sigit Reliantoro melakukan kunjungan kerja di wilayah operasi perseroan PT Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Kunjungan tersebut merupakan momentum penting yang menandai perhatian dan pengawasan tingkat tinggi pemerintah untuk memastikan PT Vale, sebagai mitra strategis dalam rantai pasok mineral kritis global, mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam praktik nyata di lapangan.

Selama peninjauan, rombongan Deputi Sigit menyaksikan langsung implementasi reklamasi progresif PT Vale, termasuk di area yang berdekatan dengan Danau Matano, salah satu danau terdalam di dunia.

"Lokasi yang dekat dengan Danau Matano menunjukkan kondisi danau yang terjaga, menjadi bukti pengelolaan tambang yang baik," kata Sigit Reliantoro.

Selain aspek lingkungan, rombongan KLH juga meninjau program pengembangan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari komitmen "post-mine economy" PT Vale.

Salah satu contoh yang disoroti adalah kebun nanas Ponda’ta di Desa Tabarano, yang berhasil mengubah lahan kritis menjadi kawasan produktif untuk mendorong kemandirian ekonomi warga.

Sigit Reliantoro menekankan bahwa inti dari penerapan ESG dalam pertambangan adalah memastikan masyarakat tetap memiliki mata pencaharian dan kehidupan yang lebih baik setelah periode tambang selesai.

“ESG untuk pertambangan adalah menyiapkan ekonomi pasca tambang sehingga kehidupan masyarakat sekitar tetap bertahan dengan ekonomi dan kesejahteraan yang lebih baik setelah tambang selesai,” sebut Sigit Reliantoro.

Sementara itu, Direktur Utama dan CEO PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto menyatakan kunjungan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga mekanisme penting dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas perusahaan.

Ia menegaskan, keberhasilan keberlanjutan hanya dapat dicapai bila seluruh pemangku kepentingan berjalan seiring dalam visi yang sama.

Kunjungan ini memperkuat pencapaian terbaru PT Vale, yaitu penurunan signifikan skor risiko ESG dari 29,8 menjadi 23,7 dalam waktu kurang dari satu tahun, yang menempatkan Perseroan sebagai salah satu perusahaan pertambangan dengan risiko ESG terendah di dunia.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026