Logo Header Antaranews Sultra

Penyaluran dana TKD di Sultra capai Rp2,8 triliun pada Februari 2026

Senin, 23 Maret 2026 14:01 WIB
Image Print
Kepala DJPb Sultra Iman Widhiyanto. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)

Kendari (ANTARA) - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat penyaluran dana Transfer ke Daerah (TKD) di wilayah Bumi Anoa mencapai Rp2,81 triliun per Februari 2026.

Kepala Kanwil DJPb Sultra Iman Widhiyanto saat ditemui di Kendari, Senin, mengatakan secara presentasi jumlah tersebut mencapai 20,73 persen dari total alokasi pagu dana TKD di Sultra.

"Capaian penyaluran TKD tersebut menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sebesar 6,21 persen jika dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya (2025)," kata Iman Widhiyanto.

Ia menyebutkan komponen TKD yang mengalami pertumbuhan adalah Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik yang tumbuh signifikan sebesar 61,92 persen, yang kemudian disusul oleh Dana Alokasi Umum (DAU) yang tumbuh 2,27 persen.

"Realisasi DAU tercatat sebesar Rp703 miliar dari pagu Rp8,51 triliun, yang disalurkan melalui mekanisme Block Grant sesuai dengan rekomendasi penyaluran," ujar dia.

Iman Widhiyanto mengatakan untuk beberapa komponen lain seperti DAK Fisik, Insentif Fiskal dan Dana Desa, hingga akhir Februari 2026 dilaporkan belum terdapat realisasi.

"Belum adanya penyaluran pada komponen DAK Fisik dan Dana Desa tersebut dikarenakan otoritas terkait masih menunggu petunjuk teknis (juknis) lebih lanjut untuk pelaksanaan tahun anggaran 2026," kata Iman.

Secara keseluruhan belanja APBN regional di Sulawesi Tenggara hingga akhir Februari 2026 telah mencapai Rp3,4 triliun atau 16,68 persen dari pagu. Angka belanja negara 2026 meningkat 10,34 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan awal tahun 2025 lalu, katanya.

"Peningkatan belanja ini didorong oleh kebijakan pemerintah yang tidak lagi menerapkan efisiensi anggaran ketat seperti pada awal tahun sebelumnya, sehingga akselerasi belanja untuk kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi dapat berjalan lebih cepat," katanya menjelaskan.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026