
Ditjenpas Sultra tampilkan tari dan grup band kreasi WBP di HUT Kemenimpas

Kendari (ANTARA) - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tenggara (Sultra) menampilkan tari serta grup band hasil kreasi warga binaan di momen HUT atau Hari bakti ke-1 Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimpas) Republik Indonesia (RI).
Kepala Kanwil Ditjenpas Sultra Sulardi saat ditemui di Kendari, Rabu, mengatakan pihaknya menampilkan penari dan grup band dari warga binaan guna menunjukkan kepada masyarakat bahwa lembaga pemasyarakatan bukan hanya tempat pembinaan tetapi tempat berkreasi sesuai bakat.
"Jadi, disamping memberikan pembinaan mental rohani, kami juga memberikan pembinaan kesenian dan keterampilan. Ada yang musik, menari juga ada," ungkapnya.
Ia mengatakan lembaga pemasyarakatan akan memberikan kesempatan kepada warga binaan yang ingin menyalurkan bakat musik ataupun kesenian seperti tari, meskipun dengan peralatan seadanya.
Oleh karena itu, kata Sulardi, pihaknya menampilkan tarian dan grup musik dihadap forum komunikasi pimpinan daerah yang hadir agar pemerintah bisa memberikan dukungan ke para warga binaan.
Sulardi menerangkan lembaga pemasyarakatan memberikan kesempatan warga binaan mengembangkan bakat guna mengurangi persepsi negatif di masyarakat sebagai pelaku kriminal.
Selain itu, agar para warga binaan bisa mempersiapkan diri sesuai keahlian mereka ketika bebas dari masa hukuman di lapas.

"Kalau dulu ketika masuk (di lapas) belum ada keterampilan, ketikan kembali atau bebas sudah punya keterampilan sebagai bekal hidup mereka," ucap Sulardi.
Selain bidang kesenian dan bakat, Ditjenpas Sultra juga sudah membina para warga binaan di bidang ketahanan pangan seperti bertani, berkebun maupun mengelola produk usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Kami sudah buat itu di lapas ada warga binaan yang tanam jagung, kemudian di lapas anak menanam kangkung. Ads juga yang beternak ayam," jelas Sulardi.
Ia mengatakan upaya tersebut sebagai dukungan Ditjenpas Sultra dalam meningkatkan ketahanan pangan yang dihasilkan warga binaan.
Sulardi berharap melalui hari bakti ke-1 Kementerian Imigrasi dan pemasyarakatan pada 19 November, kehadiran lembaga ini untuk memberikan pelayanan publik, menjaga kedaulatan negara, memastikan perlakuan yang manusiawi dan berkeadilan kepada warga.
Untuk diketahui, tarian asal Palembang ditampilkan tiga penari warga binaan lapas Perempuan Kendari. Sementara grup band ditampilkan para napi di Rutan Kelas IIA Kendari bernama Jeruji Band
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
