Logo Header Antaranews Sultra

Menkeu pastikan kondisi ekonomi Indonesia tetap solid di tengah tekanan pasar

Senin, 18 Mei 2026 15:05 WIB
Image Print

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pemerintah fokus menjaga fondasi ekonomi agar pertumbuhan tidak terganggu di tengah melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin.

Menurutnya, saat ini fondasi ekonomi Indonesia cukup bagus, sedangkan kinerja pasar modal hari ini dipengaruhi oleh sentimen pasar yang tidak berlangsung lama. Oleh karena itu, ia optimistis IHSG dapat diperbaiki.

"Nggak apa-apa nanti kita perbaiki. Fondasi ekonominya kan bagus. Itu masalah sentimen yang agak pendek. Jadi saya akan fokus jaga fondasi ekonomi dengan memastikan perkembangan ekonomi tidak terganggu," ujar Purbaya di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin.

Ia menyebut pemerintah melalui Himbara telah masuk ke pasar obligasi untuk menjaga kinerja pasar tidak semakin bergejolak.

Menkeu memastikan bahwa intervensi pemerintah akan memberikan peningkatan signifikan secara bertahap. Menurutnya, strategi tersebut akan membantu pergerakan nilai rupiah.

"Mulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi sehingga pasar obligasinya terkendali, sehingga asing yang pegang obligasi nggak keluar karena takut misalnya ada capital loss gara-gara harga obligasi turun. Itu sekarang kan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit," kata Purbaya.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, bergerak melemah seiring kekhawatiran pelaku pasar terhadap era suku bunga tinggi akibat ketidakpastian konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang menyebabkan harga minyak mentah naik.

IHSG dibuka melemah 94,34 poin atau 1,40 persen ke posisi 6.628,98. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 9,37 poin atau 1,42 persen ke posisi 648,51.

Pada penutupan sesi I hari ini, IHSG sempat melemah hingga 320,76 poin atau 4,77 persen ke posisi 6.402,56 pada perdagangan pukul 11.04 WIB di BEI pada Senin (18/05) hari ini.



Pewarta :
Editor: Faidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026