Kendari (ANTARA) - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menanggapi insiden banjir yang merendam sebagian area persawahan di sekitar Sungai Oko-Oko dan Sungai Huko-Huko, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka.
Perseroan menyampaikan rasa empati atas musibah tersebut dan menegaskan komitmen untuk menjaga kualitas lingkungan serta transparan dalam menjalankan operasionalnya.
Meskipun saat ini proyek PT Vale di Pomalaa masih berada pada tahap konstruksi dan belum memasuki tahap produksi, Perseroan memastikan telah menerapkan langkah-langkah perlindungan lingkungan dan sosial sejak dini.
“Kami menyampaikan rasa empati atas musibah yaitu banjir yang merendam sebagian area persawahan di Desa Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa, serta Desa Lamendai, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka. Kejadian ini bukanlah hal yang diharapkan, karena komitmen kami adalah menjalankan operasional dengan tetap memperhatikan kaidah pertambangan yang baik,” jelas manajemen PT Vale, Rabu.
PT Vale menjelaskan, terkait kondisi yang terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Huko-Huko, luapan air disebabkan oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan pocket-pocket pond (kolam penampung) meluap dan tidak dapat menampung volume air hujan tersebut.
Tim lapangan PT Vale saat ini telah melakukan sejumlah langkah perbaikan dan pengendalian untuk mengantisipasi kondisi tersebut serta meminimalkan dampak.
Dalam rangka pencegahan, Perseroan secara berkala melaksanakan pemantauan kualitas udara dan air guna memastikan ekosistem lokal serta akses terhadap air tetap terlindungi dengan baik. Upaya ini dijalankan bersama otoritas terkait.
“Menghadapi intensitas hujan yang tinggi, PT Vale terus melakukan pemantauan rutin di sejumlah pengambilan sampel (sampling point) di area operasional, termasuk area tangkapan air yang mengalir ke Sungai Oko-Oko, untuk memastikan tidak terjadi gangguan terhadap kualitas lingkungan,” terangnya.
Selain itu, PT Vale menegaskan bahwa tata kelola yang baik merupakan pondasi utama untuk mencapai keberlanjutan. Dalam seluruh kegiatan operasional, Perseroan menerapkan standar internasional Environmental, Social, and Governance (ESG) dan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Perseroan juga menyatakan senantiasa terbuka untuk bekerjasama dengan masyarakat, pemerintah daerah, dan dinas terkait dalam melakukan pemantauan terhadap situasi lingkungan. Tim PT Vale telah melakukan pendataan serta pengumpulan informasi terkait potensi dampak terhadap lahan pertanian maupun tambak masyarakat di sekitar aliran Sungai Huko-Huko.
"Kami terbuka untuk menerima masukan dari berbagai pihak, termasuk pengawas dari lembaga pemerintah, demi penanganan isu ini secara menyeluruh," tambah manajemen PT Vale.
PT Vale berkomitmen untuk terus memberikan informasi yang jelas, transparan, dan dapat diverifikasi mengenai kinerja keberlanjutan. Seluruh rencana pengelolaan lingkungan dan sosial, termasuk AMDAL, RKL, dan RPL, disusun melalui proses konsultasi publik agar aspirasi masyarakat dapat didengar dan menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan.

