Logo Header Antaranews Sultra

Lapas Kendari bersama BRIN latih kewirausahaan WBP yang akan bebas bersyarat

Kamis, 13 November 2025 12:08 WIB
Image Print
Jajaran Lapas Kendari dan WBP berfoto bersama usai mengikuti pelatihan kewirausahaan, di Kendari, Sulawesi Tenggara (13/11/2025). ANTARA/HO-Lapas Kendari

Kendari (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari berkerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memberikan pelatihan kewirausahaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang akan menjalani program bebas bersyarat, sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Kendari Mukhtar di Kendari, Kamis, mengatakan sinergi dengan BRIN ini adalah langkah nyata Lapas dalam mempersiapkan WBP agar memiliki daya saing dan mencegah residivisme (pengulangan tindak pidana).

"Pelatihan ini penting untuk mengubah pola pikir WBP, dari sekadar menjalani hukuman menjadi individu yang produktif dan bermental wirausaha. Kami ingin mereka keluar nanti sudah siap membuka lapangan pekerjaan, bukan kembali melakukan tindak pidana," kata Mukhtar.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan kewirausahaan tersebut dilaksanakan di Aula Lantai 2 Lapas Kelas IIA Kendari, dan diikuti oleh 30 orang warga binaan.

"Dalam kegiatan itu, para warga binaan menerima materi langsung dari narasumber, yakni Dr. Isnaini selaku Pelaksana Kebijakan Ketenagakerjaan dan Daya Saing Jenjang Ahli Utama, Direktorat Kebijakan Ekonomi, Ketenagakerjaan, dan Pengembangan Regional, Deputi Kebijakan Pembangunan, BRIN," ujarnya.

Mukhtar menjelaskan bahwa materi yang disampaikan berfokus pada strategi kebijakan ketenagakerjaan dan peluang pengembangan regional, yang dapat diadaptasi oleh WBP dalam konteks kewirausahaan skala mikro dan kecil.

"Lapas Kelas IIA Kendari berkomitmen untuk menjadikan pelatihan kewirausahaan ini sebagai program berkelanjutan dalam upaya mewujudkan Pemasyarakatan yang berbasis industri dan kemandirian," tambah Mukhtar.

Dia berharap kegiatan tersebut dapat mengubah pola pikir warga binaan agar bisa menghasilkan pertumbuhan ekonomi bagi keluarga mereka dengan bekal-bekal yang diterima pada pelatihan tersebut.

"Sehingga juga, mereka bisa bermanfaat dan bisa diterima dengan baik di lingkungan masyarakat," jelasnya.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026