
PT Vale tindaklanjuti aduan warga dan buka posko tambahan di Towuti

Kendari (ANTARA) - Memasuki hari ke-10 pascainsiden kebocoran pipa minyak di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus melanjutkan langkah pemulihan dengan mengedepankan transparansi dan keadilan.
Sebagai wujud komitmen, PT Vale memastikan setiap aduan masyarakat ditangani melalui mekanisme pencatatan, verifikasi, dan tindak lanjut. Warga dari enam desa terdampak, yakni Lioka, Langkea Raya, Baruga, Matompi, Timampu, dan Wawondula, dipastikan memiliki akses penuh untuk menyampaikan keluhan serta mendapatkan penanganan yang memadai.
Langkah tersebut dilakukan dengan menurunkan tim ke desa-desa terdampak guna melakukan pendataan dan asesmen langsung. Proses ini juga melibatkan tokoh masyarakat setempat untuk memperkuat pendataan awal.
Salah satu aduan datang dari warga Desa Lioka, seorang perempuan bernama Teki (71), yang mengeluhkan sesak napas dan batuk-batuk. Keluhan itu diduga terkait dengan aroma menyengat dari aliran minyak di sungai yang berjarak sekitar 15 meter dari rumahnya.
Menanggapi laporan tersebut, PT Vale segera mengerahkan tenaga kesehatan untuk memberikan pemeriksaan dan perawatan. Teki yang tinggal sekitar lima kilometer dari Posko Pengaduan dan Informasi di Kantor Camat Towuti, kini mendapat obat-obatan sesuai kondisi kesehatannya dan akan dipantau secara berkala.
“Terima kasih sekali, meski kami jauh dari pusat layanan, tapi PT Vale bisa cepat menangani. Ini sesuatu yang luar biasa, kami percaya masalah ini bisa diselesaikan,” ujar Masikua, suami Teki.
Penanganan serupa juga diberikan kepada Arsal, warga Desa Timampu, yang memperoleh pemeriksaan kesehatan serta obat-obatan, dan kondisinya terus dipantau.
Selain melakukan kunjungan langsung, PT Vale membuka akses aduan masyarakat melalui Posko Pengaduan dan Informasi di Kantor Camat Towuti yang beroperasi setiap hari pukul 07.00–18.00 WITA, serta Hotline yang aktif selama 24 jam. Untuk mempermudah masyarakat, PT Vale juga akan membuka Posko tambahan di Desa Timampu. Posko itu akan melibatkan pemuda desa dalam pencatatan aduan sebelum diverifikasi dan ditindaklanjuti.
Hingga 1 September 2025, tercatat 135 aduan telah diterima PT Vale. Dari jumlah tersebut, 66 aduan sudah terselesaikan, 58 masih dalam tahap penanganan, dan 11 sedang diverifikasi.
Head of External Relation PT Vale, Endra Kusuma, menegaskan bahwa keterbukaan menjadi kunci dalam setiap langkah pemulihan.
“Kami peduli terhadap apa yang dirasakan masyarakat di situasi sulit ini. Karena itu, kami berusaha hadir lebih dekat agar masyarakat merasa aman. Harapan kami, kejadian ini bisa segera teratasi dan kita lewati bersama,” ujarnya.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
