Logo Header Antaranews Sultra

Presiden Prabowo: Reformasi dan antikorupsi dongkrak produksi pangan RI

Sabtu, 21 Juni 2025 15:44 WIB
Image Print
Wartawan dari berbagai negara menyimak pidato dari Presiden Prabowo Subianto dalam sesi panel Saint Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 di ExpoForum, St. Petersburg, Rusia, Jumat (20/6/2025). ANTARA/Genta Tenri Mawangi

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyatakan produksi pangan berupa beras dan jagung di Indonesia meningkat tajam hingga 50 persen dalam tujuh bulan pemerintahannya.

Presiden Prabowo, pada Forum Ekonomi International St. Petersburg (SPIEF) 2025 di St. Petersburg, Rusia, Jumat (20/6), mengatakan, peningkatan sebesar 50 persen tersebut sebagai yang terbesar dalam sejarah bangsa Indonesia.

“Dalam tujuh bulan pemerintahan saya, produksi beras dan jagung meningkat sekitar 50persen, angka peningkatan terbesar dalam sejarah Indonesia. Dengan cadangan beras mencapai 4,4 juta ton, rekor tertinggi,” katanya melalui Tim Media Presiden Prabowo di Jakarta, Sabtu.

Kepala Negara menjelaskan hal itu bisa tercapai karena pemerintahannya telah memangkas berbagai regulasi yang menghambat pembangunan di dalam negeri.

Ia juga menegaskan pemberantasan korupsi terus ditegakkan.

“Upaya ini dilakukan dengan deregulasi, memangkas regulasi yang menghambat, dan pemberantasan korupsi tegas,” ujarnya.

Karena itu, Prabowo optimistis Indonesia bisa semakin berperan di kancah internasional, seperti lewat keanggotaan BRICS dan New Development Bank.

"Saya yakin Indonesia bisa memainkan peran positif dalam hubungan internasional, misalnya melalui keanggotaan BRICS dan New Development Bank, di mana Indonesia diterima dengan cepat didukung Rusia, Tiongkok, dan Afrika Selatan,” katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo: Reformasi dan antikorupsi dongkrak produksi pangan RI



Pewarta :
Editor: Abdul Azis Senong
COPYRIGHT © ANTARA 2026