Logo Header Antaranews Sultra

Pemkot Kendari gandeng Sidrap penuhi kebutuhan 98 ribu telur per hari untuk MBG

Sabtu, 30 Mei 2026 08:27 WIB
Image Print
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran dan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif saat menunjukkan naskah kerja sama untuk Program MBG di Kendari, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/HO-Pemkot Kendari)

Kendari (ANTARA) - Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggandeng Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan (Sulsel), untuk memenuhi kebutuhan sedikitnya 98 ribu butir telur per hari pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah itu.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran dihubungi di Kendari, Sabtu, mengatakan bahwa pasokan dari Kabupaten Sidrap sangat dibutuhkan mengingat daerah tersebut sudah diakui secara nasional sebagai salah satu lumbung pangan dengan kontribusi besar pada sektor pertanian dan peternakan.

"Di Kota Kendari, untuk telur sendiri, kami butuh per hari 98 ribu butir telur. Kebutuhan itu baru difokuskan pada Program MBG. Sementara untuk kebutuhan masyarakat luas dan restoran lebih besar lagi," kata Siska.

Selain telur, lanjut Siska, Kota Kendari juga memerlukan kepastian pasokan komoditas pertanian lain seperti beras. Ia mengakui, meski memiliki area persawahan, hasil produksi lokal Kendari belum mampu mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat kota.

Melalui kerja sama ini, Siska berharap terjadi kolaborasi yang saling menguntungkan dengan memanfaatkan keunggulan domestik masing-masing wilayah.

"Potensi masing-masing daerah berbeda-beda. Sidrap unggul di sektor pertanian, sementara Kota Kendari memiliki potensi di sektor perikanan dan sumber daya alam lainnya. Karena itu kolaborasi antar-daerah sangat penting," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menegaskan kesiapan daerahnya untuk menyuplai kebutuhan pangan di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut, khususnya komoditas beras dan telur untuk Program MBG.

"Beras dan telur tentu kami siap menyuplai kebutuhan pangan di Kota Kendari. Produksi dari Sidrap nantinya juga dipasarkan melalui warga Sidrap yang tinggal di Kendari," ucap Syaharuddin.

Menurut dia, keberadaan ribuan warga asal Kabupaten Sidrap yang telah menetap dan bekerja di Kota Kendari dengan berbagai profesi dapat menjadi interkoneksi yang efektif untuk memperluas jaringan pemasaran komoditas unggulan tersebut.

Selain sektor ketahanan pangan, Syaharuddin menambahkan bahwa Pemkab Sidrap juga ingin mengadopsi keberhasilan Pemkot Kendari dalam hal pembangunan dan penataan estetika kota.

"Kami juga siap belajar bagaimana menata Kabupaten Sidrap seperti cantiknya dan kemajuan Kota Kendari sekarang," jelasnya.

Diketahui, pemenuhan komoditas pangan strategis tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) terkait perdagangan komoditas unggulan antardaerah oleh Wali Kota Kendari Siska Karina Imran dan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026