Kendari (ANTARA) - Pemerintah kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara mencatat harga pangan komoditas telur antara produksi lokal dan dari luar Sultra, telur ayam ras produksi lokal mencapai 60/rak dan dari luar 58 ribu/rak.
"Walaupun telur lokal lebih mahal dibandingkan dari luar tetapi kualitasnya lebih baik", kata Wakil Bupati Konsel Wahyu Ade Pratama, Kamis.
Saat sidak di pasar Ranomeeto Konsel Ia mengatakan bahwa telur lokal dari bentuk fisiknya lebih besar dari pada yang dari luar.
"Untuk produksi telur lokal kita itu berada di wilayah Kecamatan Konda kabupaten Konawe Selatan", ungkapnya
"Untuk harga awal sendiri telur produksi luar 55 ribu menjadi 58 ribu dan lokal 55 menjadi 60 ribu",lanjutnya.
Ia juga mengatakan bahwa ada temuan harga minyak naik 2.000 rupiah, sementara beras belum mengalami kenaikan.
"Dengan selisih harga ini kami menyimpulkan bahwa harga sembako di pasaran masih cukup stabil", katanya.
Wakil Bupati menegaskan bahwa sidak ini merupakan komitmen Pemkab Konawe Selatan dalam menjaga inflasi daerah tetap terkendali, melindungi daya beli masyarakat, dan memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar, terutama di momen penting seperti Ramadan.
"Kami dari pemkab berharap agar harga sembako di Ramadan masih cukup stabil sampai lebaran nanti supaya masyarakat bisa menjangkau untuk berbelanja", pintanya.
Sementara itu pantauan jurnalis ANTARA saat sidak pasar bersama Pemkab Konsel juga mendapati kenaikan harga pada daging sapi yaitu naik 5 ribu rupiah.

