Peserta MTQ Baubau siap berkompetisi tingkat Sultra

id Berita Baubau lomba MTQ

Peserta MTQ Baubau siap berkompetisi tingkat Sultra

Wakil Walikota Baubau, La Ode Ahmad Monianse (foto Antara/Yusran)

Baubau (ANTARA) - Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse mengatakan, peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) daerah itu siap berkompetisi dalam lomba religi itu tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara, pada 21 September 2020.

"Pada prinsipnya seluruh peserta berdasarkan laporan dari para pelatih dan oficial itu sudah siap. Namun untuk bisa menampikan hasil yang maksimal, maka kita sangat membutuhkan dukungan dari IT," ujar La Ode Monianse yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), di Baubau, Rabu.

Olehnya itu, kata dia, pihaknya akan secepatnya menyurat ke Perumtel untuk meminta penguatan signal pada beberapa alat-alat audio vidio yang tidak ada akan disewa. Karena kualitas penampilan pada akhirnya bukan hanya pada persoalan tekhnis tapi dukungan IT juga sangat menentukan.

"Sebagus apapun penampilan peserta dalam lomba tersebut jika tidak didukung dengan IT yang memadai maka semua akan percuma juga segala persiapan serta latihan peserta selama ini," katanya.

Untuk itu, pihaknya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait demi memaksimalkan persiapan dalam menghadapi lomba tersebut. 

Mengenai peserta, kata dia, pihaknya akan melakukan karantina agar peserta lebih mudah dikoordinir dan dipantau serta lebih mudah untuk dilakukan pembinaan-pembinaan sebelum lomba nanti. 

“Andai kata di hotel tempat peserta ini dikarantina tidak memiliki signal yang kuat, maka kita harus cari tempat lain untuk pemasangan alat itu agar peserta kita bisa ikut lomba dengan baik dan maksimal. Mengapa penting untuk dilakukannya karantina, supaya satu malam sebelum pertandingan itu juga menjadi waktu yang penting untuk penguatan antara pelatih dan peserta," katanya.

Terkait dengan titik-titik pemasangan alat IT, kata dia, belum bisa menentukan lokasi yang mau digunakan. Sebab dalam pelaksanaan lomba tersebut dibutuhkan sembilan lokasi yang memiliki signal yang kuat. Hal ini dikarenakan dalam pelaksanaan lomba ada yang diselenggarakan secara bersamaan sehingga tidak bisa digunakan alat yang sama dengan lokasi yang sama. 

"Ini juga menjadi kendala tersendiri, namun kita tetap akan berusaha agar pesiapan tersebut bisa menjawab semua kebutuhan meskipun harus sewa alat," katanya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar