Wali Kota Kendari mengajak warga berpartisipasi penanganan kawasan kumuh

id Kota tanpa kumuh

Wali Kota Kendari mengajak warga berpartisipasi penanganan kawasan kumuh

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir. ANTARA/Harianto

Kendari (ANTARA) - Wali Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Sulkarnain Kadir mengajak warga untuk berpartisipasi dalam penanganan kawasan kumuh di daerah itu sehingga pembangunan bisa berjalan lancar.

"Saya mengimbau kepada masyarakat terlibat mengambil bagian dalam penanganan kawasan kumuh karena dengan keterlibatan masyarakat maka tidak cukup kita bangun, tapi harus dirawat, harus dipastikan ini berfungsi," katanya saat meresmikan pembuatan drainase dalam rangka pelaksanaan kegiatan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wuawua Kota Kendari, Rabu.

Sulkarnain menyampaikan setelah dilakukan pembangunan maka masyarakat diharapkan menjaganya, sehingga program bagian dari kawasan kota tanpa kumuh dapat berfungsi dan bisa digunakan dalam kurun waktu yang cukup lama.

"Ya karena kalau hanya sekadar bangun kita bisa selesai dalam hitungan bulan, tapi kita berharap setelah dibangun nantinya maka masyarakat bisa menjaga memastikan ini berfungsi dan digunakan dalam kurun waktu yang lama," tutur Sulkarnain.
 
Wali Kota Sulkarnain Kadir saat meletakkan batu pertama pembuatan drainase.



Menurut dia, jika hanya mengandalkan sumber daya yang ada di pemerintah baik sumber daya manusia ataupun sumber daya finansial, maka sangat terbatas.

Dalam kegiatan tersebut, Sulkarnain juga mengapresiasi pihak Balai Prasarana Pemukiman yang terus mensuport pemerintah dalam hal pendampingan masyarakat untuk perencanaan kawasan kumuh. Apalagi program KOTAKU betul-betul dilihat dan disaksikan masyarakat perubahannya.

"Saya rasa sekarang saatnya kita di Kota Kendari membuat perubahan yang signifikan khususnya pengurangan lingkungan kumuh. Kami Pemkot Insya Allah komitmen juga untuk kemudian melanjutkan program ini. Tapi tentu tidak hanya saya sendiri, ini harus ada kolaborasi. Ada yang ditangani lewat program KOTAKU ada yang ditangani lewat APBD ada yang lewat CSR nanti bisa terintegrasi dan dinikmati oleh masyarakat," pungkasnya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar