Otoritas pelabuhan sebut Tidak ada penumpang Lebaran di Murhum Baubau

id Yus

Otoritas pelabuhan sebut Tidak ada penumpang Lebaran di Murhum Baubau

ilustrasi - Kapal Pelni berlabuh di Pelabuhan Baubau. (ANTARA/Azis Senong)

Kendari (ANTARA) - Otoritas kepelabuhanan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Baubau, Sulawesi Tenggara, menyebutkan tidak ada penumpang mudik dan balik Lebaran 2020 di Pelabuhan Murhum.

"Karena kondisi COVID-19 ini sehingga di Pelabuhan Murhum sendiri tidak ada penumpang mudik atau balik, yang ada adalah nonmudik tapi jumlahnya tidak banyak," ujar Kepala Seksi Lalulintas Angkutan Laut dan Pelayanan Jasa Kantor UPP Kelas I Baubau, Suparno, di Baubau, Minggu.

Penurunan drastis angkutan Lebaran 2020 di tengah pandemi virus corona baru karena banyak kapal yang belum beroperasi.

Adanya kapal cepat tujuan Baubau-Raha-Kendari yang beroperasi dua hari sekali, katanya, hanya memuat sedikit penumpang.

Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kondisi arus mudik dan balik Lebaran di Pelabuhan Murhum cukup ramai melalui jasa kapal Pelni antarprovinsi maupun armada antarpulau atau kapal cepat tujuan Baubau-Raha-Kendari.

"Sampai sekarang kapal Pelni tidak mengangkut penumpang hanya membawa barang. Ada penumpang sekitar 19 orang anggota TNI dalam penugasan ke Makassar (Sulsel) melalui KM Nggapulu. Kalau arus balik dengan kapal cepat kemarin hanya sekitar 30-40 orang, bahkan waktu lebaran hanya sekitar 8 sampai 9 orang," katanya.

Masyarakat yang akan bepergian, kata Suparno, tetap harus mengikuti protokol kesehatan dengan melakukan dan memenuhi kelengkapan administrasi lainnya.

Pihaknya yang setiap tahun mendirikan posko angkutan Lebaran di pelabuhan namun kondisi pandemi COVID-19 sehingga posko yang ada penanganan nonmudik untuk melakukan cek poin dalam percepatan penanganan COVID-19.

"Jadi kalau penumpang mudik tidak ada, yang ada hanya nonmudik atau penumpang biasa tapi jumlahnya sangat sedikit. Kita juga tidak mengadakan posko mudik, tapi posko penanganan nonmudik," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar