David Beckham memimpin penghormatan FIFA bagi pekerja medis lawan corona

id fifa, david beckham, pekerja medis corona

David Beckham memimpin penghormatan FIFA bagi pekerja medis lawan corona

Arsip Foto. Pekerja medis yang mengenakan pakaian pelindung memeriksa seorang pasien di ruang isolasi Rumah Sakit Palang Merah Wuhan di Wuhan, Hubei, China, pusat penyebaran wabah COVID-19 akibat virus corona baru, pada 16 Februari 2020. (China Daily via REUTERS)

Jakarta (ANTARA) - David Beckham, Harry Kane dan Harry Maguire menjadi bagian dalam kampanye FIFA untuk menunjukkan apresiasi bagi para pekerja kesehatan dan profesional lainnya di seluruh dunia yang berada di garis depan memerangi virus corona.

Dikutip dari laman Sky Sport, Minggu, dalam satu gagasan yang diberi nama #WeWillWin, FIFA telah menghimpun 50 pesepak bola terhebat di masa lalu dan sekarang untuk memuji upaya mereka yang mempertaruhkan hidup mereka dalam menghadapi pandemi.

Mantan kapten timnas Inggris Beckham mengatakan: "Sebagai pesepak bola, kami terbiasa mendapat tepuk tangan. Namun kali ini, kami mendapat kesempatan untuk menunjukkan penghargaan kami bagi banyak orang yang mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi nyawa kita.

"Anda adalah pahlawan kemanusiaan dan kami ingin menunjukkan bahwa semua dari sepak bola mendukung Anda dan semua yang Anda lakukan untuk melindungi kami semua,"

Pele, Diego Maradona, Michael Owen, Zinedine Zidane dan Ronaldo juga mendukung langkah FIFA.

Carli Lloyd, kapten bersama tim putri Amerika Serikat, menambahkan: "Menyadari risiko yang dokter, perawat, dan pekerja penting lainnya harus hadapi setiap hari, sepak bola ingin menunjukkan dukungannya.

"Mereka berada di garis depan dalam melawan virus corona, bekerja sebagai tim untuk menaungi kita, untuk melindungi kita dan menjaga kita tetap sehat.

"Berkat dedikasi dan profesionalisme mereka, yang didukung oleh komitmen mutlak setiap orang untuk mengikuti aturan dari setiap otoritas kesehatan nasional masing-masing, sehingga kita akan menang."
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar