Polisi tangkap pengedar sabu-sabu modus "tempel"

id pengedar sabu-sabu, polda sultra

Polisi tangkap pengedar sabu-sabu modus "tempel"

Barang bukti yang disita polisi saat membekuk tersangka MA alias Pinggo (Foto:sarjono/ANTARA)

Kendari (ANTARA) - Tim Opsnal Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tenggara kembali membekuk pengedar narkotika jenis sabu-sabu dengan modus "tempel" di pohon sesuai arahan bandar yang mengendalikan dari ruang tahanan Lapas Klas II A Kendari.

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Laode Proyek di Kendari, Sabtu, mengatakan tersangka MA alias Pinggo Bin Yunus (38) ditangkap Jumat (27/3) sekitar pukul 21:15 Wita di Jln Mayjen Katamso, Lorong Tolagu, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

Polisi menggeledah tersangka yang dalam keseharian bekerja sebagai wiraswasta menemukan barang bukti 7 bungkus plastik kecil diduga berisi sabu-sabu seberat brutto 51,86 gram.

"Sepak terjang lelaki kelahiran Mandonga, Kota Kendari 25 Januari 1982 terungkap atas laporan masyarakat yang mencium praktik bisnis barang terlarang oleh pelaku," kata Laode Proyek.
Tersangka MA alias Pinggo pemilik 51,86 gram sabu sabu (Foto:sarjono/ANTARA)


Selain barang bukti tujuh paket sabu sabu siap edar juga aparat menyita barang bukti non narkotika berupa satu bungkus bekas rokok Malboro, satu dompet warna merah, dua kertas kecil, uang tunai Rp38 ribu, satu unit HP merk Nokia warna putih dan satu unit HP merk Samsung J6 Prime warna hitam.

Tim opsnal Ditresnarkoba Polda Sultra melakukan penyelidikan atas informasi dari masyarakat tentang pengedaran Narkoba jenis sabu sabu di wilayah Kota Kendari.

Berbekal informasi tersebut tim membuntuti pelaku yang diduga akan melakukan penempelan paket sabu-sabu di Lorong Tolagu Kendari. Tidak salah, tim yang mengintai tersangka kemudian membekuk pelaku di rumahnya.

Tersangka yang meringkuk di sel tahanan Polda Sultra dijerat pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar